Forkoma 11 Juni 2007
Lead By: Ibnu
1 minggu terakhir
Alhamdulillah
1. Secara umum terdapat peningkatan, terutama gelas, sudah mulai baik.
2. Telah dilaksanakan dengan sukses, acara PPSDMS :
a. Rihlah ADK ITB
b. PW TV dengan tema Narkoba di IbuKota (secara khusus) dan Indonesia (secara umum)
c. Bedah Buku – Lapindogate
d. Munashoroh Palestina
Astaghfirullah
1. Kedisiplinan program asrama mulai berkurang
a. Jadwal telat di fixasi.
b. Mekanisme Izin sudah mulai tidak diperhatikan.
2. Lembar Evaluasi Pekanan terakhir hanya Aji dan Fiqih yang ngumpulin.
3. Hiburan yang dinikmati belum mencerminkan bahwa kita Manusia Strategis yang diharapkan segenap Bangsa ini.
a. Lebih sering mengganggu yang lain.
b. Content hiburan lebih sering yang kurang/tidak bermanfaat.
1 minggu ke depan
Insya Allah
1. Akan dibeli : Sendal Jepit (23 pasang), Sendok (2 lusin). PJ: Ibnu.
2. Nama2in sendal. PJ : Aji.
3. Tempelin Whiteboard. PJ : Dimas.
4. Membuat Sertifikat LAPINDOGATE. PJ : Dani.
5. UNPAD masuk minggu-minggu UAS, wajib pengertian ikhwah yang lain.
6. Advokasi peserta pengajian At-Tawakkal (Menunggak SPP : 1,2 juta). PJ : Fikar.
7. Mekanisme izin tolong diperbaiki.
8. Lembar Evaluasi akan distock dan dibagikan ke Peserta tiap Forkoma. PJ : Kang Ida.
9. Pengecekan Listrik Asrama. PJ : Kang Ida.
Ayo, sudah hari selasa nih. Apa saja yang sudah ada progressnya?
Yang pasti untuk sertifikat sudah ada progressnya. Sudah diprint satu.
Dan juga sudah dibeli tinta isi ulang yang warna. Tinggal diisikan ke
printer ilham dan print sertifikat yang lainnya.
Mungkin algoritmanya agar lebih mangkus dan sangkil adalah sebagai berikut:
1. Sms-kan ke seluruh peserta untuk mengkonfirmasi bagi yang ingin
mendapatkan sertifikat sebelum tanggal13 juni (12 juni pukul 23:59).
2. Pengambilan sertifikat paling lambat tanggal 13 juni pukul 19:00 di
asrama PPDSMS, Jalan Tubagus Ismail Raya no.32.
Untuk evaluasi pekanan jangan sampe lupa lagi, karena itu penting
untuk membentuk karakter muhasabah kita.
Siplah, untuk point yang lainnya, mangga dilaporkan progressnya.
“Karena kita hidup, maka kita selalu bergerak”
Jangan Lupa tanggal 15 Juni paling lambat ngambil beasiswa!
By: triajinugroho on June 12, 2007
at 3:04 am
Dear saudara-saudaraku,,,
Bagaimana kabar asrama? Sudah hampir seminggu euy… usul2, jadwal sebulan ke depan juga dicantumin sini dong? Yang lagi di asrama, tolong ya,, hehe..
- Fajrin dan Ilham
- yang lagi di kantor indosat pusat jakarta
By: M Fajrin Rasyid on June 13, 2007
at 12:57 am
Ei, saya nggak setuju pembelian 23 pasang sendal jepit.
Kalian tuh dah pada punya uang, kenapa sandal saja mesti dibeliin?
By: Muhammad Ismail Faruqi on June 13, 2007
at 1:25 am
Dulu udah pada punya masing-masing akh, tapi karena saking kreatifnya, sendal yang bukan milik sendiri dipake juga, dan seringkali ilang oleh temen seasrama sendiri,
Jadi, dalam forkoma itu disepakati untuk membeli pake uang bersama, karena penggunaannya juga akan bersama.
Kurang lebih seperti itu hasil pembahasan waktu itu.
By: Tri Aji Nugroho on June 13, 2007
at 1:29 am
Aji, harap ralat kata-katamu.
“Sendal yang bukan milik sendiri dipake juga” itu bukan disebabkan “saking kreatif”, tapi “tidak adanya tanggung jawab dalam memakai milik orang lain”.
Apa barang2 kita yang hilang disebabkan oleh saking kreatifnya teman kita? Jangan gunakan bahasa halus untuk hal semacam ini.
Btw kalau keputusan forkoma seperti itu ya sudah, toh saya tidak datang. Saya hanya merasa aneh saja, dari kejadian “20 pasang sendal jepit hilang”, pelajaran yang diambil adalah “kita harus membeli 23 pasang sendal jepit baru”.
By: Muhammad Ismail Faruqi on June 13, 2007
at 2:10 pm
boleh aja beli sendal lagi. tapi tolong pastikan, BENAR_BENAR DIPASTIKAN kalo sendal2 yang baru tuh ga ilang lagi hanya karena “kekreatifan” bocah-bocah tak bertanggungjawab.
untuk masalah penggunaan bersama…..sebenarnya lebih tepat penggunaan bersama orang2 yang sama2 tak punya sendal. kalo yang udah punya sih ga perlu, sama sekali ga perlu!
–tidak seharusnya “kekereatifan” dipakai untuk “menzolimi saudaranya”– setuju semuaaaa????
pisss…!!
By: dhimas lazuardi on June 13, 2007
at 2:37 pm
Yg benar:
“Dari kejadian 20 sandal jepit hilang, kita harus menerima HUKUMAN membeli 23 pasang sendal baru seharga ratusan ribu!”
Ini adalah pelajaran telak buat kita semua.
By: Ahmad Fikri on June 13, 2007
at 4:04 pm
jumat, 150607
afwan. ada yang merasa telah atau sedang mencuri sendal saya?
sejenis sendal gunung dengan alas hitam dan bagian kainnya warna biru..
saya hari ini pulang ke asrama sekitar jam 14, lalu ketika mau sholat ashar sudah tidak ada lagi……..
bagi antum yang merasa telah melakukannya…. harap sadar bahwa antum telah menzholimi saya!!! bisa jadi antum adalah penyebab hilangnya sendal2 lain milik kita.
akhi, ana mau minta tolong untuk menumbuhkan kesadaran antum bahwa setiap orang punya hak memiliki, namun itu bukan berarti antum berhak memiliki segalanya.
sebenarnya ana mau marah2, namun ana yakin itu tak ada gunanya.
afwan kalau telah menuduh yang tidak-tidak. afwan karena ana telah suudzon kepada antum semua. ana hanya ingin mengingatkan bahwa setiap orang memiliki privasi, pliss, jangan ganggu privasinya. termasuk sendal pribadi.
semoga sendal saya ga ilang dan balik lagi sore ini.
sekali lagi afwan jiddan….
By: dhimas lazuardi on June 15, 2007
at 10:23 am