<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>PPSDMS Regional II Bandung &#187; tausyiah</title>
	<atom:link href="http://ppsdms.wordpress.com/category/artikel/tausyiah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ppsdms.wordpress.com</link>
	<description>Program Pembinaan SDM Strategis - Nurul Fikri - Creates Future Leaders</description>
	<lastBuildDate>Tue, 18 Aug 2009 15:02:55 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='ppsdms.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/8963cbccd0bf7a03c6e985f0722e766e?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>PPSDMS Regional II Bandung &#187; tausyiah</title>
		<link>http://ppsdms.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ppsdms.wordpress.com/osd.xml" title="PPSDMS Regional II Bandung" />
		<item>
		<title>Menghargai Perbedaan</title>
		<link>http://ppsdms.wordpress.com/2007/10/24/menghargai-perbedaan/</link>
		<comments>http://ppsdms.wordpress.com/2007/10/24/menghargai-perbedaan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Oct 2007 05:38:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ppsdms</dc:creator>
				<category><![CDATA[tausyiah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ppsdms.wordpress.com/2007/10/24/menghargai-perbedaan/</guid>
		<description><![CDATA[Pada suatu waktu, ada seorang mahaguru yang ingin mengambil break dari kehidupannya sehari-hari sebagai akademisi. Akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke sebuah pantai dan meminta seorang nelayan untuk membawanya pergi melaut sampai ke horizon.
Seperempat perjalanan, mahaguru tersebut bertanya, &#8220;Wahai nelayan, apakah Anda mengenal ilmu geografi?&#8221; Sang nelayan menjawab, &#8220;ilmu geografi yang saya ketahui adalah kalau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppsdms.wordpress.com&blog=1076209&post=86&subd=ppsdms&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pada suatu waktu, ada seorang mahaguru yang ingin mengambil break dari kehidupannya sehari-hari sebagai akademisi. Akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke sebuah pantai dan meminta seorang nelayan untuk membawanya pergi melaut sampai ke horizon.</p>
<p>Seperempat perjalanan, mahaguru tersebut bertanya, &#8220;Wahai nelayan, apakah Anda mengenal ilmu geografi?&#8221; Sang nelayan menjawab, &#8220;ilmu geografi yang saya ketahui adalah kalau di laut sudah mulai sering ombak pasang, maka musim hujan segera akan tiba.&#8221; &#8220;Nelayan bodoh!&#8221; kata mahaguru tersebut. &#8220;Tahukah kamu bahwa dengan tidak menguasai ilmu geografi kamu sudah kehilangan seperempat kehidupanmu.&#8221;<span id="more-86"></span></p>
<p>Seperempat perjalanan berikutnya, mahaguru tersebut bertanya pada nelayan apakah dia mempelajari ilmu biologi dan sains? Sang nelayan menjawab bahwa ilmu biologi yang dia kenal hanyalah mengetahui jenis ikan apa saja yang dapat dimakan. &#8220;Nelayan bodoh, dengan tidak menguasai sains kamu sudah kehilangan seperempat kehidupanmu.&#8221; Kemudian mahaguru tersebut bercerita tentang Tuhan yang menciptakan umat manusia dengan struktur tubuh, kapasitas otak yang sama, dan lain-lain.</p>
<p>Selanjutnya mahaguru tersebut bertanya apakah nelayan tersebut mempelajari matematika? Sang nelayan menjawab bahwa matematika yang dia ketahui hanyalah bagaimana cara menimbang hasil tangkapannya, menghitung biaya yang sudah dikeluarkannya, dan menjual hasil tangkapannya agar dapat menghasilkan keuntungan secukupnya. Lagi-lagi mahaguru tersebut mengatakan betapa bodohnya sang nelayan dan dia sudah kehilangan lagi seperempat kehidupannya.</p>
<p>Kemudian, di perjalanan setelah jauh dari pantai dan mendekati horizon, mahaguru tersebut bertanya, &#8220;apa artinya awan hitam yang menggantung di langit?&#8221; &#8220;Topan badai akan segera datang, dan akan membuat lautan menjadi sangat berbahaya.&#8221; Jawab sang nelayan. &#8220;Apakah bapak bisa berenang?&#8221; Tanya sang nelayan.</p>
<p>Ternyata sang mahaguru tersebut tidak bisa berenang. Sang nelayan kemudian berkata, &#8220;Saya boleh saja kehilangan tiga-perempat kehidupan saya dengan tidak mempelajari tiga subyek yang tadi diutarakan oleh mahaguru, tetapi mahaguru akan kehilangan seluruh kehidupan yang dimiliki.&#8221;</p>
<p>Kemudian nelayan tersebut meloncat dari perahu dan berenang ke pantai sedangkan mahaguru tersebut tenggelam.</p>
<p>Demikian juga dalam kehidupan kita, baik dalam pekerjaan ataupun pergaulan sehari-hari. Kadang-kadang kita meremehkan teman, anak buah ataupun sesama rekan kerja. Kalimat &#8220;tahu apa kamu&#8221; atau &#8220;si anu tidak tahu apa-apa&#8221; mungkin secara tidak sadar sering kita ungkapkan ketika sedang membahas sebuah permasalahan. Padahal, ada kalanya orang lain lebih mengetahui dan mempunyai kemampuan spesifik yang dapat mengatasi masalah yang timbul.</p>
<p>Seorang operator color mixing di pabrik tekstil atau cat mungkin lebih mengetahui hal-hal yang bersifat teknis daripada atasannya. Intinya, orang yang menggeluti bidangnya sehari-hari bisa dibilang memahami secara detail apa yang dia kerjakan dibandingkan orang &#8216;luar&#8217; yang hanya tahu &#8216;kulitnya&#8217; saja.</p>
<p>Mengenai kondisi dan kompetisi yang terjadi di pasar, pengetahuan seorang marketing manager mungkin akan kalah dibandingkan dengan seorang salesperson atau orang yang bergerak langsung di lapangan.</p>
<p>Atau sebaliknya, kita sering menganggap remeh orang baru. Kita menganggap orang baru tersebut tidak mengetahui secara mendalam mengenai bisnis yang kita geluti. Padahal, orang baru tersebut mungkin saja membawa ide-ide baru yang dapat memberikan terobosan untuk kemajuan perusahaan.</p>
<p>Sayangnya, kadang kita dibutakan oleh ego, pengalaman, pangkat dan jabatan kita sehingga mungkin akan menganggap remeh orang lain yang pengalaman, posisi atau pendidikannya di bawah kita. Kita jarang bertanya pada bawahan kita. Atau pun kalau bertanya, hanya sekedar basa-basi, pendapat dan masukannya sering dianggap sebagai angin lalu.</p>
<p>Padahal, kita tidak bisa bergantung pada kemampuan diri kita sendiri, kita membutuhkan orang lain. Keberhasilan kita tergantung pada keberhasilan orang lain. Begitu sebuah masalah muncul ke permukaan, kita tidak bisa mengatasinya dengan hanya mengandalkan kemampuan yang kita miliki. Kita harus menggabungkan kemampuan kita dengan orang lain.</p>
<p>Sehingga bila perahu kita tenggelam, kita masih akan ditolong oleh orang lain yang kita hargai kemampuannya. Tidak seperti mahaguru yang akhirnya ditinggalkan di perahu yang sedang dilanda topan badai dan dibiarkan mati tenggelam karena tidak menghargai kemampuan nelayan yang membawanya.</p>
<p>Yang jadi pertanyaan kita sekarang, apakah kita masih suka bertingkah laku seperti sang mahaguru? Bila ya, seberapa sering?<br />
~Astomo Hadi~</p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:10pt;line-height:115%;"> </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ppsdms.wordpress.com/86/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ppsdms.wordpress.com/86/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ppsdms.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ppsdms.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ppsdms.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ppsdms.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ppsdms.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ppsdms.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ppsdms.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ppsdms.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ppsdms.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ppsdms.wordpress.com/86/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppsdms.wordpress.com&blog=1076209&post=86&subd=ppsdms&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ppsdms.wordpress.com/2007/10/24/menghargai-perbedaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ppsdms</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ummu Salamah Radhiallahu Anha</title>
		<link>http://ppsdms.wordpress.com/2007/10/24/kisah-sahabat-nabi/</link>
		<comments>http://ppsdms.wordpress.com/2007/10/24/kisah-sahabat-nabi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Oct 2007 05:32:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ppsdms</dc:creator>
				<category><![CDATA[tausyiah]]></category>
		<category><![CDATA[ummu salamah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ppsdms.wordpress.com/2007/10/24/kisah-sahabat-nabi/</guid>
		<description><![CDATA[Beliau adalah Hindun binti Abi Umayyah bin Mughirah al-Makhzumiyah al-Qursyiyah. Bapaknya adalah putra dari salah seorang Quraisy yang diperhitungkan (disegani) dan terkenal dengan kedermawanannya.Ayahnya dijuluki sebagai &#8220;Zaad ar-Rakbi &#8221; yakni seorang pengembara yang berbekal. Dijuluki demikian karena apabila dia melakukan safar (perjalanan) tidak pernah lupa mengajak teman dan juga membawa bekal bahkan ia mencukupi bekal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppsdms.wordpress.com&blog=1076209&post=85&subd=ppsdms&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Beliau adalah Hindun binti Abi Umayyah bin Mughirah al-Makhzumiyah al-Qursyiyah. Bapaknya adalah putra dari salah seorang Quraisy yang diperhitungkan (disegani) dan terkenal dengan kedermawanannya.Ayahnya dijuluki sebagai &#8220;Zaad ar-Rakbi &#8221; yakni seorang pengembara yang berbekal. Dijuluki demikian karena apabila dia melakukan safar (perjalanan) tidak pernah lupa mengajak teman dan juga membawa bekal bahkan ia mencukupi bekal milik temannya. Adapun ibu beliau bernama &#8216;Atikah binti Amir bin Rabi&#8217;ah al-Kinaniyah dari Bani Farras yang terhormat.<span id="more-85"></span></p>
<p>Disamping beliau memiliki nasab yang terhormat ini beliau juga seorang wanita yang berparas cantik, berkedudukan dan seorang wanita yang cerdas.Pada mulanya dinikahi oleh Abu Salamah Abdullah bin Abdil Asad al-Makhzumi, seorang shahabat yang agung dengan mengikuti dua kali hijrah. Baginya Ummu Salamah adalah sebaik-baik istri baik dari segi kesetiaan, kata&#8217;atan dan dalam menunaikan hak-hak suaminya. Dia telah memberikan pelayanan kepada suaminya di dalam rumah dengan pelayanan yang menggembirakan. Beliau senantiasa mendampingi suaminya dan bersama-sama memikul beban ujian dan kerasnya siksaan orang-orang Quraisy. Kemudian beliau hijrah bersama suaminya ke Habasyah untuk menyelamatkan diennya dengan meninggalkan harta, keluarga, kampung halaman dan membuang rasa ketundukan kepada orang-orang zhalim dan para thagut. Di bumi hijrah inilah Ummu Salamah melahirkan putranya yang bernama Salamah.</p>
<p>Bersamaan dengan disobeknya naskah pemboikotan (terhadap kaum muslimin dan kaumnya Abu Thalib) dan setelah masuk Islamnya Hamzah bin Abdul Muthallib dan Umar bin Khaththab radhiallaahu &#8216;anhuma , kembalilah sepasang suami-isteri ini ke Mekkah bersama shahabat-shahabat yang lainnya.</p>
<p>Kemudian manakala Nabi Shallallaahu &#8216;alaihi wa sallam mengizinkan bagi para shahabatnya untuk hijrah ke Madinah setelah peristiwa Bai&#8217;atul Aqabah al-Kubra, Abu Salamah bertekad untuk mengajak anggota keluarganya berhijrah. Kisah hijrahnya mereka ke Madinah sungguh mengesankan, maka marilah kita mendengar penuturan Ummu Salamah yang menceritakan dengan lisannya tentang perjalanan mereka tatkala menempuh jalan hijrah. Berkata Ummu Salamah:</p>
<p>&#8220;Tatkala Abu Salamah tetap bersikeras untuk berhijrah ke Madinah, dia menuntun untanya kemudian menaikkan aku ke atas punggung unta dan membawa anakku Salamah. Selanjutnya kami keluar dengan menuggang unta, tatkala orang-orang dari Bani Mughirah melihat kami segera mereka mencegatnya dan berkata: &#8216;Jika dirimu saja yang berangkat maka kami tidak kuasa untuk mencegahnya namun bagaimana dengan saudara kami (Ummu Salamah yang berasal dari Bani Mughirah) ini?&#8217;. Kemudian mereka merenggut tali kendali unta dari tangannya dan mencegahku untuk pergi bersamanya. Ketika Bani Abdul Asad dari kaum Abi Salamah melihat hal itu, mereka marah dan saling memperebutkan Salamah hingga berhasil mengambilnya dari paman-pamannya, mereka mengatakan:&#8217;Tidak! demi Allah kami tidak akan membiarkan anak laki-laki kami bersamanya jika kalian memisahkan istri dari keluarga laki-laki kami&#8217;. Mereka memperebutkan anakku, Salamah lalu melepaskan tangannya, kemudian anakku dibawa pergi bergabung dengan kaum bapaknya, sedangkan aku tertahan oleh Bani Mughirah.</p>
<p>Maka berangkatlah suamiku seorang diri hingga sampai ke Madinah untuk menyelamatkan dien dan nyawanya. Selama beberapa waktu lamanya, aku merasakan hatiku hancur dalam keadaan sendiri karena telah dipisahkan dari suami dan anakku. Sejak hari itu, setiap hari aku pergi keluar ke pinggir sebuah sungai, kemudian aku duduk disuatu tempat yang menjadi saksi akan kesedihanku. Terkenang olehku saat-saat dimana aku berpisah dengan suami dan anakku sehingga menyebabkan aku menangis sampai menjelang malam. Kebiasaan tersebut aku lakukan kurang lebih selama satu tahun hingga ada seorang laki-laki dari kaum pamanku yang melewatiku. Tatkala melihat kondisiku, ia menjadi iba kemudian berkata kepada orang-orang dari kaumku: &#8216;Apakah kalian tidak membiarkan wanita yang miskin ini untuk keluar? Sungguh kalian telah memisahkannya dengan suami dan anaknya&#8217;. Hal itu dikatakan secara berulangkali sehingga menjadi lunaklah hati mereka, kemudian mereka berkata kepadaku: &#8216;Susullah suamimu jika kamu ingin&#8217;. Kala itu anakku juga dikembalikan oleh Bani Abdul Asad kepadaku. Selanjutnya aku mengambil untaku dan meletakkan anakku dipangkuannya. Aku keluar untuk menyusul suamiku di Madinah dan tak ada seorangpun yang bersamaku dari makhluk Allah.</p>
<p>Manakala aku sampai di at-Tan&#8217;im aku bertemu dengan Utsman bin Thalhah. Dia bertanya kepadaku:&#8217;Hendak kemana anda wahai putri Zaad ar-Rakbi?&#8217;. &#8216;Aku hendak menyusul suamiku di Madinah&#8221;, jawabku. Utsman berkata: &#8216;apakah ada seseorang yang menemanimu?. Aku menjawab: &#8216;Tidak! demi Allah! melainkan hanya Allah kemudian anakku ini&#8217;. Dia menyahut: &#8216;Demi Allah engkau tidak boleh ditinggalkan sendirian&#8217;. Selanjutnya dia memegang tali kekang untaku dan menuntunnya untuk menyertaiku. Demi Allah tiada aku kenal seorang laki-laki Arab yang lebih baik dan lebih mulia dari Ustman bin Thalhah. Apabila kami singgah di suatu tempat, dia mempersilahkan aku berhenti dan kemudian dia menjauh dariku menuju sebuah pohon dan dia berbaring dibawahnya. Apabila kami hendak melanjutkan perjalanan, dia mendekati untaku untuk mempersiapkan dan memasang pelananya kemudian menjauh dariku seraya berkata: &#8216;Naiklah!&#8217;. Apabila aku sudah naik ke atas unta dia mendatangiku dan menuntun untaku kembali. Demikian seterusnya yang dia lakukan hingga kami sampai di Madinah. Tatkala dia melihat desa Bani Umar bin Auf di Quba&#8217; yang merupakan tempat dimana suamiku, Abu Salamah berada di tempat hijrahnya. Dia berkata:&#8217;Sesungguhnya suamimu berada di desa ini, maka masuklah ke desa ini dengan barokah Allah&#8217;. Sementara Ustman bin Thalhah langsung kembali ke Makka&#8221;.</p>
<p>Begitulah, Ummu Salamah adalah wanita pertama yang memasuki Madinah dengan sekedup unta sebagaimana beliau juga pernah mengikuti rombongan pertama yang hijrah ke Habasyah. Selama di Madinah beliau sibuk mendidik anaknya &#8211; inilah tugas pokok bagi wanita &#8211; dan mempersiapkan sesuatu sebagai bekal suaminya untuk berjihad dan mengibarkan bendera Islam. Abu Salamah mengikuti perang Badar dan perang Uhud. Pada Perang Uhud inilah beliau terkena luka yang parah. Beliau terkena panah pada begian lengan dan tinggal untuk mengobati lukanya hingga merasa sudah sembuh.</p>
<p>Selang dua bulan setelah perang Uhud, Rasulullah Shallallaahu &#8216;alaihi wa sallam mendapat laporan bahwa Bani Asad merencanakan hendak menyerang kaum muslimin. Kemudian beliau memanggil Abu Salamah dan mempercayakan kepadanya untuk membawa bendera pasukan menuju &#8220;Qathn&#8221;, yakni sebuah gunung yang berpuncak tinggi disertai pasukan sebanyak 150 orang. Di antara mereka adalah &#8216;Ubaidullah bin al-Jarrah dan Sa&#8217;ad bin Abi Waqqash.</p>
<p>Abu Salamah melaksanakan perintah Nabi Shallallaahu &#8216;alaihi wa sallam untuk menghadapi musuh dengan antusias. Beliau menggerakkan pasukannya pada gelapnya subuh saat musuh lengah. Maka usailah peperangan dengan kemenangan kaum muslimin sehingga mereka kembali dalam keadaan selamat dan membawa ghanimah. Disamping itu, mereka dapat mengembalikan sesuatu yang hilang yakni kewibawaan kaum muslimin tatkala perang Uhud.</p>
<p>Pada pengiriman pasukan inilah luka yang diderita oleh Abu Salamah pada hari Uhud kembali kambuh sehingga mengharuskan beliau terbaring ditempat tidur. Di saat-saat dia mengobati lukanya, beliau berkata kepada istrinya: &#8220;Wahai Ummu Salamah, aku mendengar Rasulullah Shallallaahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda:</p>
<p>&#8220;Tiada seorang muslimpun yang ditimpa musibah kemudian dia mengucapkan kalimat istirja&#8217; (inna lillahi wa inna ilaihi raji&#8217;un), dilanjutkan dengan berdo&#8217;a:&#8217;Ya Allah berilah aku pahala dalam musibah ini dan gantilah untukku dengan yang lebih baik darinya&#8217; melainkan Allah akan menggantikan yang lebih baik darinya&#8221;.</p>
<p>Pada suatu pagi Rasulullah Shallallaahu &#8216;alaihi wa sallam datang untuk menengoknya dan beliau terus menunggunya hingga Abu Salamah berpisah dengan dunia. Maka Rasulullah Shallallaahu &#8216;alaihi wa sallam memejamkan kedua mata Abu Salamah dengan kedua tangannya yang mulia, beliau mengarahkan pandangannya ke langit seraya berdo&#8217;a:</p>
<p>&#8220;Ya Allah ampunilah Abu Salamah, tinggikanlah derajatnya dalam golongan Al-Muqarrabin dan gantikanlah dia dengan kesudahan yang baik pada masa yang telah lampau dan ampunilah kami dan dia Ya Rabbal&#8217;Alamin&#8221;.</p>
<p>Ummu Salamah menghadapi ujian tersebut dengan hati yang dipenuhi dengan keimanan dan jiwa yang diisi dengan kesabaran beliau pasrah dengan ketetapan Allah dan qadar-Nya.Beliau ingat do&#8217;a Rasulullah Shallallaahu &#8216;alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh Abu Salamah yakni:</p>
<p>&#8220;Ya Allah berilah aku pahala dalam musibah ini&#8230;&#8221;</p>
<p>Sebenarnya ada rasa tidak enak pada jiwanya manakala dia membaca do&#8217;a: &#8220;Wakhluflii khairan minha&#8221; (dan gantilah untukku dengan yang lebih baik darinya) karena hatinya bertanya-tanya: &#8216;Lantas siapakah gerangan yang lebih baik daripada Abu Salamah?&#8217;. Akan tetapi beliau tetap menyempurnakan do&#8217;anya agar bernilai ibadah kepada Allah.</p>
<p>Ketika telah habis masa iddahnya, ada beberapa shahabat-shahabat utama yang bermaksud untuk melamar beliau. Inilah kebiasaan kaum muslimin dalam menghormati saudaranya, yakni mereka manjaga istrinya apabila mereka terbunuh di medan jihad. Akan tetapi Ummu Salamah menolaknya.</p>
<p>Rasulullah Shallallaahu &#8216;alaihi wa sallam turut memikirkan nasib wanita yang mulia ini; seorang wanita mukminah, jujur, setia dan sabar. Beliau melihat tidak bijaksana rasanya apabila dia dibiarkan menyendiri tanpa seorang pendamping. Pada suatu hari, pada saat Ummu Salamah sedang menyamak kulit, Rasulullah Shallallaahu &#8216;alaihi wa sallam datang dan meminta izin kepada Ummu Salamah untuk menemuinya. Ummu Salamah mengizinkan beliau. Beliau ambilkan sebuah bantal yang terbuat dari kulit dan diisi dengan ijuk sebagai tempat duduk bagi Nabi. Maka Nabi pun duduk dan melamar Ummu Salamah. Tatkala Rasulullah selesai berbicara, Ummu Salamah hampir-hampir tidak percaya dengan apa yang dia dengar. Tiba-tiba beliau ingat hadits yang diriwayatkan oleh Abu Salamah, yakni; &#8220;Wakhlufli khairan minha&#8221; (dan gantilah untukku dengan yang lebih baik darinya), maka hatinya berbisik:&#8217;Dia lebih baik daripada Abu salamah&#8217;. Hanya saja ketulusan dan keimanannya menjadikan beliau ragu, beliau hendak mengungkapkan kekurangan yang ada pada dirinya kepada Rasulullah. Dia berkata:&#8221;Marhaban ya Rasulullah, bagaimana mungkin aku tidak mengharapkan anda ya Rasulullah&#8230;hanya saja saya adalah seorang wanita yang pencemburu, maka aku takut jika engkau melihat sesuatu yang tidak anda senangi dariku maka Allah akan mengadzabku, lagi pula saya adalah seorang wanita yang telah lanjut usia dan saya memiliki tanggungan keluarga. Maka Rasulullah Shallallâhu &#8216;alaihi wasallam bersabda:&#8221;Adapun alasanmu bahwa engkau adalah wanita yang telah lanjut usia, maka sesungguhnya aku lebih tua darimu dan tiadalah aib manakala dikatakan dia telah menikah dengan orang yang lebih tua darinya. Mengenai alasanmu bahwa engkau memiliki tanggungan anak-anak yatim, maka semua itu menjadi tanggungan Allah dan Rasul-Nya. Adapun alasanmu bahwa engkau adalah wanita pencemburu, maka aku akan berdo&#8217;a kepada Allah agar menghilangkan sifat itu dari dirimu. Maka beliau pasrah dengan Rasulullah Shallallaahu &#8216;alaihi wa sallam . Dia berkata:&#8221;Sungguh Allah telah menggantikan bagiku seorang suami yang lebih baik dari Abu Salamah, yakni Rasulullah Shallallaahu &#8216;alaihi wa sallam.</p>
<p>Maka jadilah Ummu Salamah sebagai Ummul mukminin. Beliau hidup dalam rumah tangga nubuwwah yang telah ditakdirkan untuknya dan merupakan suatu kedudukan yang beliau harapkan. Beliau menjaga kasih sayang dan kesatuan hati bersama para ummahatul mukminin.</p>
<p>Ummu Salamah adalah seorang wanita yang cerdas dan matang dalam memahami persoalan dengan pemahaman yang baik dan dapat mengambil keputusan dengan tepat pula. Hal itu ditunjukkan pada peristiwa Hudaibiyah manakala Rasulullah Shallallaahu &#8216;alaihi wa sallam memerintahkan para shahabatnya untuk menyembelih qurban selepas terjadinya perjanjian dengan pihak Quraisy. Namun ketika itu, para shahabat tidak mengerjakannya karena sifat manusiawi mereka yang merasa kecewa dengan hasil perjanjian Hudaibiyah yang banyak merugikan kaum muslimin. Berulangkali Nabi Shallallaahu &#8216;alaihi wa sallam memerintahkan mereka akan tetapi tetap saja tak seorangpun mau mengerjakannya. Maka Rasulullah Shallallaahu &#8216;alaihi wa sallam masuk menemui Ummu Salamah dalam keadaan sedih dan kecewa. Beliau ceritakan kepada Ummu Salamah perihal kaum muslimin yang tidak mau mengerjakan perintah beliau. Maka Ummu Salamah berkata:&#8221;Wahai Rasulullah apakah anda menginginkan hal itu?. Jika demikian, maka silahkan anda keluar dan jangan berkata sepatah katapun dengan mereka sehingga anda menyembelih unta anda, kemudian panggillah tukang cukur anda untuk mencukur rambut anda (tahallul).</p>
<p>Rasulullah Shallallaahu &#8216;alaihi wa sallam menerima usulan Ummu Salamah. Maka beliau berdiri dan keluar tidak berkata sepatah katapun hingga beliau menyembelih untanya. Kemudian beliau panggil tukang cukur beliau dan dicukurlah rambut beliau. Manakala para shahabat melihat apa yang dikejakan oleh Rasulullah Shallallaahu &#8216;alaihi wa sallam, maka mereka bangkit dan menyembelih kurban mereka, kemudian sebagian mereka mencukur sebagian yang lain secara bergantian. Hingga hampir-hampir sebagian membunuh sebagian yang lain karena kecewa. Setelah Rasulullah Shallallaahu &#8216;alaihi wa sallam menghadap Ar-Rafiiqul A&#8217;la, maka Ummul Mukminin, Ummu Salamah senantiasa memperhatikan urusan kaum muslimin dan mengamati peristiwa-peristiwa yang terjadi. Beliau selalu andil dengan kecerdasannya dalam setiap persoalan untuk menjaga lurusnya umat dan mencegah mereka dari penyimpangan, terlebih lagi terhadap para penguasa dari para Khalifah maupun para pejabat. Beliau singkirkan segala kejahatan dan kezhaliman terhadap kaum muslimin, beliau terangkan kalimat yang haq dan tidak takut terhadap celaan dari orang yang suka mencela dalam rangka melaksanakan perintah Allah. Tatkala tiba bulan Dzulqa&#8217;dah tahun 59 setelah hijriyah, ruhnya menghadap Sang Pencipta sedangkan umur beliau sudah mencapai 84 tahun. Beliau wafat setelah memberikan contoh kepada wanita dalam hal kesetiaan, jihad dan kesabaran.</p>
<p>~Astomo Hadi~</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ppsdms.wordpress.com/85/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ppsdms.wordpress.com/85/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ppsdms.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ppsdms.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ppsdms.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ppsdms.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ppsdms.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ppsdms.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ppsdms.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ppsdms.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ppsdms.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ppsdms.wordpress.com/85/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppsdms.wordpress.com&blog=1076209&post=85&subd=ppsdms&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ppsdms.wordpress.com/2007/10/24/kisah-sahabat-nabi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ppsdms</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sensitifitas Hati Manusia, Pahamilah</title>
		<link>http://ppsdms.wordpress.com/2007/10/01/sensitifitas-hati-manusia-pahamilah/</link>
		<comments>http://ppsdms.wordpress.com/2007/10/01/sensitifitas-hati-manusia-pahamilah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Oct 2007 00:31:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ppsdms</dc:creator>
				<category><![CDATA[tausyiah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ppsdms.wordpress.com/2007/10/01/sensitifitas-hati-manusia-pahamilah/</guid>
		<description><![CDATA[Berikut cerita mengenai pentingnya menjaga perasaan manusia.
Pernah ada anak lelaki dengan watak buruk. Ayahnya memberi sekantung penuh paku, dan menyuruh memaku satu batang paku di pagar Pekarangan setiap kali dia kehilangan kesabarannya atau berselisih paham dengan orang lain. Hari pertama dia memaku 37 batang di pagar.
Pada minggu-minggu berikutnya dia belajar untuk menahan diri, dan jumlah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppsdms.wordpress.com&blog=1076209&post=83&subd=ppsdms&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Berikut cerita mengenai pentingnya menjaga perasaan manusia.</p>
<p>Pernah ada anak lelaki dengan watak buruk. Ayahnya memberi sekantung penuh paku, dan menyuruh memaku satu batang paku di pagar Pekarangan setiap kali dia kehilangan kesabarannya atau berselisih paham dengan orang lain. Hari pertama dia memaku 37 batang di pagar.</p>
<p>Pada minggu-minggu berikutnya dia belajar untuk menahan diri, dan jumlah paku yang dipakainya berkurang dari paku pun dan dengan gembira disampaikannya hal itu kepada ayahnya. Ayahnya kemudian menyuruhnya mencabut sebatang paku dari pagar setiap hari bila dia berhasil manahan diri/bersabar. <span id="more-83"></span> Hari-hari berlalu dan akhirnya tiba harinya dia bisa menyampaikan kepada ayahnya bahwa semua paku sudah tercabut dari pagar. Sang ayah membawa anaknya ke pagar dan berkata :Anakku, kamu sudah berlaku baik, tetapi coba lihat betapa banyak lubang yang ada dipagar.</p>
<p>Pagar ini tidak akan kembali seperti semula. Kalau kamu berselisih paham atau bertengkar dengan orang lain, hal itu selalu Meninggalkan luka seperti pada pagar. Kau bisa menusukkan pisau di punggung orang dan mencabutnya kembali, tetapi akan meninggalkan luka. Tak peduli berapa kali kau meminta maaf/menyesal, lukanya tinggal. Luka melalui ucapan sama perihnya seperti luka fisik.</p>
<p>Kawan-kawan adalah perhiasan yang langka. Mereka membuatmu tertawa dan memberimu semangat. Mereka bersedia mendengarkan jika itu kau perlukan, mereka menunjang dan membuka hatimu.</p>
<p>Ibroh yang dapat kita ambil adalah bahwa terkadang kita tanpa berfikir panjang dengan seenaknya berkata-kata kasar terhadap seseorang walaupun dengan niat sekedar bercanda.</p>
<p>Namun pahamilah bahwa hati manusia sangat sensitif. Oleh karena itu wajar saja kemudian apabila Islam mengajarkan kita tidak boleh membicarakan orang lain. Apabila hal itu benar maka jatuhnya ghibah, apabila bohong maka jatuhnya fitnah, oleh karena itu sesungguhnya tidak ada seorangpun yang boleh menghina mahkluk ciptaan Allah SWT didunia ini, karena menghina mahluknya maka secara tidak langsung berarti kita menghina sang pembuatnya.. Maka hati-hatilah dengan sikap dan kata-kata Anda.</p>
<p>~Astomo Hadi~</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ppsdms.wordpress.com/83/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ppsdms.wordpress.com/83/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ppsdms.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ppsdms.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ppsdms.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ppsdms.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ppsdms.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ppsdms.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ppsdms.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ppsdms.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ppsdms.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ppsdms.wordpress.com/83/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppsdms.wordpress.com&blog=1076209&post=83&subd=ppsdms&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ppsdms.wordpress.com/2007/10/01/sensitifitas-hati-manusia-pahamilah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ppsdms</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>10 Cara Untuk Meningkatkan Kecintaan Kepada Allah</title>
		<link>http://ppsdms.wordpress.com/2007/10/01/10-cara-untuk-meningkatkan-kecintaan-kepada-allah/</link>
		<comments>http://ppsdms.wordpress.com/2007/10/01/10-cara-untuk-meningkatkan-kecintaan-kepada-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Oct 2007 00:12:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ppsdms</dc:creator>
				<category><![CDATA[tausyiah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ppsdms.wordpress.com/2007/10/01/10-cara-untuk-meningkatkan-kecintaan-kepada-allah/</guid>
		<description><![CDATA[10 ways of developing love for Allah Adapted from Shaykh Ibn Qayyim&#8217;s (rah) Madarij-us-Saalikeen Shaykh Ibn al-Qayyim (rah) says: &#8220;The reason which cause mahabbah (love) of Allaah to develop, are ten:
First: Reciting the Qur&#8217;aan, reflecting and understanding its meaning and its intent.
Second: Drawing closer to Allaah &#8211; the Most High &#8211; through optional deeds, after [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppsdms.wordpress.com&blog=1076209&post=82&subd=ppsdms&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>10 ways of developing love for Allah Adapted from Shaykh Ibn Qayyim&#8217;s (rah) Madarij-us-Saalikeen Shaykh Ibn al-Qayyim (rah) says: &#8220;The reason which cause mahabbah (love) of Allaah to develop, are ten:</p>
<p>First: Reciting the Qur&#8217;aan, reflecting and understanding its meaning and its intent.</p>
<p>Second: Drawing closer to Allaah &#8211; the Most High &#8211; through optional deeds, after fulfilling the obligatory duties.<span id="more-82"></span></p>
<p> Third: Being continuous in the dhikr (remembrance) of Allaah, with the tongue, the heart and the limbs &#8211; under all circumstances. The more continuant the dhikr, the more muhabbah develops and intensifies.</p>
<p> Fourth: Giving precedence to what Allaah loves over personal loves, when being overcome by desires.</p>
<p>Fifth: Contemplating and deliberating over the Names and Attributes of Allaah.</p>
<p>Sixth: Recognizing and remembering the favors and bounties of Allaah &#8211; both manifest and hidden.</p>
<p>Seventh: To be humble and submissive before Allaah &#8211; and this is the greatest matter.</p>
<p>Eighth: To be in seclusion reciting the Qur&#8217;aan, during that time in which Allaah descends to the lowest heaven (which is the last third of every night), finishing this recitation with seeking Allaah&#8217;s forgiveness and repenting to Him.</p>
<p>Ninth: To sit in the gatherings of the true and sincere lovers of Allaah, reaping the fruits of their speech, and not to speak except if there is benefit in it and that you know that such talk will increase you in goodness and that it will benefit others as well.</p>
<p>Tenth: To stay clear of all those causes which distances the heart from Allaah &#8211; the Mighty and Majestic. So these are the ten reasons which cause the person to develop true love for Allaah and to reach the rank of al-muhabbah, by which he reaches his Beloved.</p>
<p> ~Astomo Hadi~</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ppsdms.wordpress.com/82/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ppsdms.wordpress.com/82/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ppsdms.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ppsdms.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ppsdms.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ppsdms.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ppsdms.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ppsdms.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ppsdms.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ppsdms.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ppsdms.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ppsdms.wordpress.com/82/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppsdms.wordpress.com&blog=1076209&post=82&subd=ppsdms&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ppsdms.wordpress.com/2007/10/01/10-cara-untuk-meningkatkan-kecintaan-kepada-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ppsdms</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Refleksi 1 Tahun di Asrama</title>
		<link>http://ppsdms.wordpress.com/2007/06/21/refleksi-1-tahun-di-asrama/</link>
		<comments>http://ppsdms.wordpress.com/2007/06/21/refleksi-1-tahun-di-asrama/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jun 2007 02:43:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ppsdms</dc:creator>
				<category><![CDATA[tausyiah]]></category>
		<category><![CDATA[refleksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ppsdms.wordpress.com/2007/06/21/refleksi-1-tahun-di-asrama/</guid>
		<description><![CDATA[Tidak terasa waktu berjalan hampir setahun lamanya, apakah perkembangan yang kita dapatkan selama menghabiskan waktu ituu..
Mungkin cerita dibawah ini yang Saya ambil dari milist Permais dapat mengingatkan Kita semua mengenai arti pentingnya pengembangan diri secara kontinu (Kaizen)
Begini Ceritanya -_-
Dear Friends,
Alkisah ada seorang penebang pohon yang sangat kuat. Dia melamar pekerjaan pada seorang pedagang kayu, dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppsdms.wordpress.com&blog=1076209&post=40&subd=ppsdms&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Tidak terasa waktu berjalan hampir setahun lamanya, apakah perkembangan yang kita dapatkan selama menghabiskan waktu ituu..</p>
<p>Mungkin cerita dibawah ini yang Saya ambil dari milist Permais dapat mengingatkan Kita semua mengenai arti pentingnya pengembangan diri secara kontinu (Kaizen)</p>
<p>Begini Ceritanya -_-</p>
<p><font face="verdana">Dear Friends,</p>
<p>Alkisah ada seorang penebang pohon yang sangat kuat. Dia melamar pekerjaan pada seorang pedagang kayu, dan dia mendapatkannya. Gaji dan kondisi kerja yang diterimanya sangat baik.</font><span id="more-40"></span></p>
<p><font face="verdana">Karenanya sang penebang pohon memutuskan untuk bekerja sebaik mungkin.</p>
<p>Sang majikan memberikan sebuah kapak dan menunjukkan area kerjanya. </font></p>
<p><font face="verdana">Hari pertama sang penebang pohon berhasil merobohkan 18 batang pohon. Sang majikan sangat terkesan dan berkata, &#8220;Bagus, bekerjalah seperti itu!&#8221;</p>
<p>Sangat termotivasi oleh pujian majikannya, keesokan hari sang penebang pohon bekerja lebih keras lagi, tetapi dia hanya berhasil merobohkan 15 batang pohon.<br />
</font></p>
<p><font face="verdana">Hari ketiga dia bekerja lebih keras lagi, tetapi hanya berhasil merobohkan 10 batang pohon. Hari-hari berikutnya pohon yang berhasil dirobohkannya makin sedikit. </font></p>
<p><font face="verdana">&#8220;Aku mungkin telah kehilangan kekuatanku&#8221;, pikir penebang pohon itu.</p>
<p>Dia menemui  majikannya dan meminta maaf, sambil mengatakan tidak mengerti apa yang terjadi. &#8220;Kapan saat terakhir kau mengasah kapak?&#8221; sang majikan bertanya.</p>
<p>&#8220;Mengasah? Saya tidak punya waktu untuk mengasah kapak. Saya sangat sibuk mengapak pohon,&#8221; katanya.</p>
<p>Catatan: Kehidupan kita sama seperti itu. Seringkali kita sangat sibuk sehingga tidak lagi mempunyai waktu untuk mengasah kapak. &#8220;Di masa sekarang<br />
ini, banyak orang lebih sibuk dari sebelumnya, tetapi mereka lebih tidak berbahagia dari<br />
sebelumnya. </font></p>
<p><font face="verdana">Mengapa? Mungkinkah kita telah lupa bagaimana caranya untuk tetap tajam?</p>
<p>Tidaklah salah dengan aktivitas dan kerja keras. Tetapi tidaklah seharusnya kita sedemikian sibuknya sehingga mengabaikan hal-hal yang sebenarnya sangat penting dalam hidup, seperti kehidupan pribadi, menyediakan waktu untuk membaca, dan lain sebagainya.</p>
<p><span style="border-bottom:1px dashed #0066cc;cursor:pointer;height:1em;">Kita</span> semua membutuhkan waktu untuk tenang, untuk  berpikir dan merenung,  untuk belajar dan bertumbuh. </font></p>
<p><font face="verdana">Bila kita tidak mempunyai waktu untuk mengasah<br />
kapak, kita akan tumpul dan kehilangan efektifitas. Jadi mulailah dari sekarang, memikirkan cara bekerja lebih efektif dan menambahkan banyak nilai ke dalamnya.</font></p>
<p>Bolehlah kita aktif disana sini, bolehlah kita mengklaim diri sebagai Future leader, bolehlah Kita ingin melakukan perubahan terhadap lingkungan, bolehlah Kita ingin memberikan kontribusi terhadap masyarakat sekitar dalam bentuk apapun..</p>
<p>Tapi antum semua harus ingat tentang keadaan 29 peserta lain yang tidur 1 atap bersama antum&#8230;jangan bicara mengembangkan negara kalau belum dapat mengembangkan lingkungan sekitar, jangan bicara memberikan kontribusi kepada lingkungan sekitar, kalau belum bisa membantu kesulitan yang sedang dialami beberapa orang teman asrama..</p>
<p><em>&#8220;tulisan ini sebagai refleksi ketika mengobrol bersama Akh Eko di warung kacang ijo&#8221; </em></p>
<p>[Tom2]</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ppsdms.wordpress.com/40/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ppsdms.wordpress.com/40/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ppsdms.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ppsdms.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ppsdms.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ppsdms.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ppsdms.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ppsdms.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ppsdms.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ppsdms.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ppsdms.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ppsdms.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppsdms.wordpress.com&blog=1076209&post=40&subd=ppsdms&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ppsdms.wordpress.com/2007/06/21/refleksi-1-tahun-di-asrama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ppsdms</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Agar Kita Tidak Futur&#8230;</title>
		<link>http://ppsdms.wordpress.com/2007/06/20/agar-kita-tidak-futur/</link>
		<comments>http://ppsdms.wordpress.com/2007/06/20/agar-kita-tidak-futur/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Jun 2007 04:01:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ppsdms</dc:creator>
				<category><![CDATA[tausyiah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ppsdms.wordpress.com/2007/06/20/agar-kita-tidak-futur/</guid>
		<description><![CDATA[Pengertian Futur :
a. Etimologi : Terputusnya sesuatu yang sebelumnya berlangsung secara kontinu, atau berhenti setelah bergerak                                        [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppsdms.wordpress.com&blog=1076209&post=32&subd=ppsdms&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pengertian Futur :</p>
<p>a. Etimologi : Terputusnya sesuatu yang sebelumnya berlangsung secara kontinu, atau berhenti setelah bergerak                                         dengan baik</p>
<p>Sikap bermalas-malasan atau rehat dan lambat dalam melakukan sesuatu yang sebelumnya                                                    dilakukan dengan giat dan tekun</p>
<p>b. Terminologi : Penyakit psikologis yang menjangkit seseorang, yang gejalanya timbul dalam bentuk kemalasan                                              dalam melakukan aktivitas. Gejala yang paling parah adalah terhentinya sebuah pekerjaan, padahal                                          sebelumnya dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan.</p>
<p><span id="more-32"></span>Ada beberapa sebab yang bisa menjatuhkan seseorang dalam futur, akhi&#8230;.:</p>
<p>1. Bersikap ghuluw (berlebihan) dan ekstrim dalam beragama</p>
<p>2. Sikap boros dan melampaui batas dalam mengonsumsi hal-hal mubah</p>
<p>3. Hidup individualis dan tidak suka hidup secara berjamaah (kolektif)</p>
<p>4. Kurang mengingat kematian dan kehidupan akhirat</p>
<p>5. Mengonsumsi makanan2 dan minuman2 yang diharamkan</p>
<p>6. Pemahaman yang parsial terhadap Islam</p>
<p>7. Mengabaikan hak-hak fisik</p>
<p>8. Berkawan dengan orang-orang yang mempunyai motif lemah dalam beragama</p>
<p>9. Melakukan aktifitas yang tidak terencana</p>
<p>10. Akumulasi dosa-dosa kecil</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ppsdms.wordpress.com/32/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ppsdms.wordpress.com/32/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ppsdms.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ppsdms.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ppsdms.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ppsdms.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ppsdms.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ppsdms.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ppsdms.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ppsdms.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ppsdms.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ppsdms.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppsdms.wordpress.com&blog=1076209&post=32&subd=ppsdms&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ppsdms.wordpress.com/2007/06/20/agar-kita-tidak-futur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ppsdms</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cerita Memilukan Tentang Rakyat &#8216;Kecil&#8217; !!!</title>
		<link>http://ppsdms.wordpress.com/2007/06/15/cerita-memilukan-tentang-rakyat-kecil/</link>
		<comments>http://ppsdms.wordpress.com/2007/06/15/cerita-memilukan-tentang-rakyat-kecil/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Jun 2007 04:06:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ppsdms</dc:creator>
				<category><![CDATA[tausyiah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ppsdms.wordpress.com/2007/06/15/cerita-memilukan-tentang-rakyat-kecil/</guid>
		<description><![CDATA[Ada pembunuh lari dari penjara menggunakan tape uli&#8230;
Terus terang, meski sudah beberapa kali mengadakan penelitian Kriminal di LP, pengalaman kali ini adalah pengalaman pertama saya ngobrol langsung dengan seseorang yang didakwa kasus pembunuhan berencana. Dengan jantung dag dig dug, pikiran saya melayang-layang mengira-ngira gambaran orang yang akan saya temui. Sudah terbayang muka keji hanibal lecter, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppsdms.wordpress.com&blog=1076209&post=34&subd=ppsdms&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="left"><font color="#000000" face="Verdana"><span style="color:#666666;">Ada pembunuh lari dari penjara menggunakan tape uli&#8230;</span></font></p>
<p><font face="Verdana"><span style="color:#666666;">Terus terang, meski sudah beberapa kali mengadakan penelitian Kriminal di LP, pengalaman kali ini adalah pengalaman pertama saya ngobrol langsung dengan seseorang yang didakwa kasus pembunuhan berencana. Dengan jantung dag dig dug, pikiran saya melayang-layang mengira-ngira gambaran orang yang akan saya temui. Sudah terbayang muka keji hanibal lecter, juga penjahat-penjahat berjenggot palsu ala sinetron, dan gambaran-gambaran pembunuh berdarah dingin lain yang sering saya temui di cerita TV.</span><br />
</font><span id="more-34"></span><br />
<font face="Verdana"> <font color="#666666"><span style="color:#666666;">Well, akhirnya setelah menunggu sekian lama berharap-harap cemas, salah satu sipir membawa seorang anak kehadapan saya.Yup, benar seorang anak berumur 8 tahun. Tingginya tidak lebih dari pinggang orang dewasa dengan wajah yang diliputi senyum malu-malu. Matanya teduh dengan gerak-gerik yang sopan. </span></font></font></p>
<p><font face="Verdana"><font color="#666666"><span style="color:#666666;">Saya pun membaca berkas kasusnya yang diserahkan oleh sipir itu. Sebelum masuk penjara ternyata ia adalah juara kelas di sekolahnya, juara menggambar, jago bermain suling, juara mengaji dan azan di tingkat kanak-kanak. Kemampuan berhitungnya lumayan menonjol. Bahkan dari balik sekolah  di dalam penjara pun nilai sekolahnya tercatat kedua terbesar tingkat provinsi. Lantas kenapa ia sampai membunuh? Dengan rencana pula?</span></font></font></p>
<p><font face="Verdana"><font color="#666666"><span style="color:#666666;">Kasus ini terjadi ketika Arif sebut saja nama anak ini begitu, belum genap berusia tujuh tahun. Ayahnya yang berdagang di sebuah pasar di daerah bekasi, dihabisi kepala preman yang menguasai daerah itu. Latar belakangnya karena si ayah enggan membayar uang &#8216;keamanan&#8217; yang begitu tinggi. Berita ini rupanya sampai di telinga Arif. Malam esok harinya setelah ayahnya dikebumikan ia mendatangi tempat mangkal preman tersebut. Bermodalkan pisau dapur ia menantang orang yang membunuh ayahnya.</span> </font></font></p>
<p><font face="Verdana"><font color="#666666"><span style="color:#666666;">&#8220;siapa yang bunuh ayah saya!&#8221; teriaknya kepada orang yang ada di tempat itu.</span></font></font></p>
<p><font face="Verdana"><font color="#666666"><span style="color:#666666;">&#8220;Gue terus kenapa?&#8221; ujar kepala preman  yang membunuh ayahnya sambil disambut gelak tawa di belakangnya. </span></font></font></p>
<p><font face="Verdana"><font color="#666666"><span style="color:#666666;">Tanpa banyak bicara anak kecil itu sambil melompat menghunuskan pisau ke perut si preman. Dan tepat mengenai ulu hatinya, pria berbadan besar itu jatuh tersungkur ke tanah. Arif pun langsung lari pulang ke rumah setelahnya. Akhirnya selesai sholat subuh esok paginya ia digelandang ke kantor polisi.</span></font></font></p>
<p><font face="Verdana"><font color="#666666"><span style="color:#666666;">&#8220;Arif nih sering bikin repot petugas di Lapas!&#8221; ujar kepala lapas yang ikut menemani saya mewawancarai arif sambil tersenyum. Ternyata sejak di penjara  dua tahun lalu. Anak ini sudah tiga kali melarikan diri dari selnya. Dan caranya pun menurut saya tergolong ajaib.</span></font></font></p>
<p><font face="Verdana"><font color="#666666"><span style="color:#666666;">Pelarian pertama dilakukannya dengan cara yang tak terpikirkan siapapun. Setiap pagi sampah-sampah dari Lapas itu di jemput oleh mobil kebersihan. Sadar akan hal ini, diam-diam Arif menyelinap ke dalam salah satu kantung sampah. Hasilnya 1-0 untuk Arif. Ia berhasil keluar dari penjara. </span></font></font></p>
<p><font face="Verdana"><font color="#666666"><span style="color:#666666;">Pelarian kedua lebih kreatif lagi. Anak yang doyan baca ini pernah membaca artikel tentang fermentasi makanan tape (ingat loh waktu wawancara usianya baru 8 tahun). Dari situ ia mendapat informasi bahwa tape mengandung hawa panas yang bersifat destruktif terhadap benda keras. Kebetulan pula di Lapas anak ini disediakan tape uli dua kali dalam seminggu. Setiap disediakan tape, arif selalu berpuasa karena jatah tape itu dibalurkannya ke dinding tembok sel tahanannya. Hasilnya setelah empat bulan, tembok penjara itu menjadi lunak seperti tanah liat. Satu buah lubang berhasil dibuatnya. 2-0 untuk arif. Ia keluar penjara ke dua kalinya. </span></font></font></p>
<p><font face="Verdana"><font color="#666666"><span style="color:#666666;">Pelarian ke tiganya dilakukan ala Mission Imposible. Arif yang ditugasi membersihkan kamar mandi melihat ember sebagai sebuah solusi. Besi yang berfungsi sebagai pegangan ember itu di simpannya di dalam kamarnya. Tahu bahwa dirinya sudah diawasi sangat ketat, Arif memilih tempat persembunyian paling aman sebelum memutuskan untuk kabur. Ruang kepala Lapas menjadi pilihannya. Alasannya jelas, karena tidak pernah satu pun penjaga berani memeriksa ruangan ini. Ketika tengah malam ia menyelinap keluar dengan menggunakan besi pegangan ember untuk membuka pintu dan gembok. Jangan tanya saya bagaimana caranya, pokoknya tahu-tahu ia sudah di luar. 3-0 untuk Arif.</span></font></font></p>
<p><font face="Verdana"><font color="#666666"><span style="color:#666666;">Lantas kenapa ia bisa tertangkap lagi? Rupanya kepintaran itu masih berada di sebuah kepala bocah. Pelarian-pelarianny a didorong dari rasa kangennya terhadap ibunya. Anak ini keluar dari penjara hanya untuk ke rumah sang ibunda tercinta. Jadi dari Lapas tanggerang ia menumpang-numpang mobil omprengan dan juga berjalan kaki sekian kilometer dengan satu tujuan, pulang! </span></font></font></p>
<p><font face="Verdana"><font color="#666666"><span style="color:#666666;">Karena itu pula pada pelarian Arif yang ketiga, kepala Lapas yang juga seorang ibu ini meminta anak buahnya untuk tidak segera menjemput Arif. Hasilnya dua hari kemudian Arif kembali lagi ke lapas sambil membawa surat untuk kepala Lapas yang ditulisnya sendiri.</span></font></font></p>
<p><font face="Verdana"><em><font color="#666666"><span style="color:#666666;font-style:italic;">Ibu kepala Arif minta maaf, tapi Arif kangen sama ibu Arif.</span></font></em><font color="#666666"><span style="color:#666666;"> Tulisnya singkat. </span></font></font></p>
<p><font face="Verdana"><font color="#666666"><span style="color:#666666;">Seorang anak cerdas yang harus terkurung dipenjara. Tapi, saya tidak lantas berpikir bahwa ia tidak benar-benar bersalah dan harus dibebaskan. Bagaimanapun juga ia telah menghilangkan nyawa seseorang. Tapi saya hanya berandai-andai jika saja, polisi bertindak cepat menangkap pembunuh si ayah (secepat polisi menangkap si Arif) pastinya saat ini anak pintar dan rajin itu tidak akan berada di tempat seperti ini. Dan kreativitasnya yang tinggi itu bisa berguna untuk hal yang lain. Sayangnya si Arif itu cuma anak pedagang sayur miskin sementara si preman yang dibunuhnya selalu setia menyetor kepada pihak berwajib setempat. Itulah yang namanya keadilan!</span></font></font></p>
<p><font face="Verdana"><font color="#666666"><span style="color:#666666;">Kisah diatas merupakan kejadian nyata yang Saya ambil dari Milist Permais, Marilah teman-teman Future Leader hayatilah cerita diatas dan ambilah maknanya dan lakukanlah perubahan untuk negara ini dimulai dengan diri antum semua&#8230;</span></font></font></p>
<p><font face="Verdana"><font color="#666666"><span style="color:#666666;"> [Astomo Hadi]</span></font></font></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ppsdms.wordpress.com/34/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ppsdms.wordpress.com/34/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ppsdms.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ppsdms.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ppsdms.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ppsdms.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ppsdms.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ppsdms.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ppsdms.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ppsdms.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ppsdms.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ppsdms.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppsdms.wordpress.com&blog=1076209&post=34&subd=ppsdms&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ppsdms.wordpress.com/2007/06/15/cerita-memilukan-tentang-rakyat-kecil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ppsdms</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pekarangan dan Pagar Asrama: Amanah yang Terabaikan</title>
		<link>http://ppsdms.wordpress.com/2007/06/13/pekarangan-dan-pagar-asrama-amanah-yang-terabaikan/</link>
		<comments>http://ppsdms.wordpress.com/2007/06/13/pekarangan-dan-pagar-asrama-amanah-yang-terabaikan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jun 2007 14:29:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Muhammad Ismail Faruqi</dc:creator>
				<category><![CDATA[kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[tausyiah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ppsdms.wordpress.com/2007/06/13/pekarangan-dan-pagar-asrama-amanah-yang-terabaikan/</guid>
		<description><![CDATA[Asrama ini adalah amanah yang dititipkan pemiliknya kepada kita. Tentang hal ini, kita pasti telah sepakat. Masalahnya, ada beberapa area yang sepertinya hancur, yakni pagar depan dan pekarangan.
Masalahnya kita sudah tahu, yakni anak-anak yang bermain di sana. Anak SMP bermain sepak bola,  bola menghantam pagar, pagar rusak. Bola ditendang ke teras, teras kotor. Bola [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppsdms.wordpress.com&blog=1076209&post=31&subd=ppsdms&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Asrama ini adalah amanah yang dititipkan pemiliknya kepada kita. Tentang hal ini, kita pasti telah sepakat. Masalahnya, ada beberapa area yang sepertinya hancur, yakni pagar depan dan pekarangan.</p>
<p>Masalahnya kita sudah tahu, yakni anak-anak yang bermain di sana. Anak SMP bermain sepak bola,  bola menghantam pagar, pagar rusak. Bola ditendang ke teras, teras kotor. Bola tertendang ke kaca, untung kacanya tidak pecah.</p>
<p>Itu baru pagar depan. Masalah taman ada lagi. Anak kecil bermain air kran sepanjang hari. Pekarangan botak jadinya, kalau tidak dibilang rawa-rawa. Sampah dibuang disana-sini. Ibu-ibu yang tidak mengingatkan, bahkan ketawa-ketiwi. Malah pernah yang bikin lesehan a la &#8220;piknik&#8221; di pekarangan kita, dengan sampah yang dibuang begitu saja di pekarangan.</p>
<p>Ditambah lagi nenek-nenek yang entah darimana datangnya, setiap hari melepas dua ekor ayamnya di paving block. Halaman kita jadi kandang ayam, lengkap dengan tahi-tahinya.</p>
<p>Nasib penghuni asrama setali tiga uang. Piket pekarangan paling dihindari, disisakan untuk krida. Alokasi orang tidak berimbang, mengirim satu orang untuk membersihkan kapal pecah bernama pekarangan dan teras. Yang paling parah, ada kenyataan yang terbalik:</p>
<p>ANAK-ANAK MALAHAN PIKET MEMBERSIHKAN ASRAMA KITA!</p>
<p>Apa kita dan mereka tidak sama sakitnya! Kewajiban membersihkan pekarangan ada pada kami, bukan pada kalian, anak-anak! Jangan sangka karena kalian piket, kalian bebas menghancurkan asrama ini! Wahai penghuni asrama, kemana piket pekaranganmu! Gara-gara kau tidak membersihkan halaman, kita jadi kehilangan kedaulatan di pekarangan kita sendiri!</p>
<p>[Uqi]</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ppsdms.wordpress.com/31/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ppsdms.wordpress.com/31/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ppsdms.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ppsdms.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ppsdms.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ppsdms.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ppsdms.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ppsdms.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ppsdms.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ppsdms.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ppsdms.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ppsdms.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppsdms.wordpress.com&blog=1076209&post=31&subd=ppsdms&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ppsdms.wordpress.com/2007/06/13/pekarangan-dan-pagar-asrama-amanah-yang-terabaikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Ismail Faruqi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Libur (Tidak Akan Pernah) Telah Tiba &#8230;</title>
		<link>http://ppsdms.wordpress.com/2007/06/02/libur-tidak-akan-pernah-tlah-tiba/</link>
		<comments>http://ppsdms.wordpress.com/2007/06/02/libur-tidak-akan-pernah-tlah-tiba/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Jun 2007 07:51:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ppsdms</dc:creator>
				<category><![CDATA[tausyiah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ppsdms.wordpress.com/2007/06/02/libur-tidak-akan-pernah-tlah-tiba/</guid>
		<description><![CDATA[Wuih &#8230;
setelah melalui UAS yang cukup melelahkan (semoga hasilnya menggembirakan) bagi teman-teman ITB selama 2 minggu terakhir ini &#8230; akhirnya saat-saat &#8220;libur&#8221; datang juga. Libur disini bukan berarti menanggalkan segala aktivitas dan kesibukan. Namun lebih pada libur di bidang akademis karena tidak ada kegiatan belajar mengajar lagi di kampus. Mungkin masih ada beberapa yang ikut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppsdms.wordpress.com&blog=1076209&post=26&subd=ppsdms&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Wuih &#8230;</p>
<p>setelah melalui UAS yang cukup melelahkan (semoga hasilnya menggembirakan) bagi teman-teman ITB selama 2 minggu terakhir ini &#8230; akhirnya saat-saat &#8220;libur&#8221; datang juga. Libur disini bukan berarti menanggalkan segala aktivitas dan kesibukan. Namun lebih pada libur di bidang akademis karena tidak ada kegiatan belajar mengajar lagi di kampus. Mungkin masih ada beberapa yang ikut SP, namun jumlahnya sangat sedikit. Bahkan di jurusan tertentu tidak mengenal yang namanya SP.</p>
<p>Bagaimana dengan temen2 PPSDMS regional 2 ???</p>
<p>Nah walaupun tidak ada yang ikut SP (bener kan)??? namun tidak berarti temen2 pada nggak sibuk. Banyak kegiatan-kegiatan yang sudah direncanakan jauh-jauh hari oleh teman-teman PPSDMS dari ITB. Mulai dari kuliah praktek, magang, ikut LK (latihan kepemimpinan), ngurus PMB di organisasinya, dan lain-lain. Yang pasti liburan kali ini adalah kesempatan yang sangat bagus untuk teman-teman regional 2 untuk bisa mendapatkan ilmu yang lebih banyak di luar bangku kuliah &#8230;.</p>
<p>Tidak ada kata libur untuk kami &#8230;</p>
<p>We Proud to be a part of PPSDMS&#8217;s family &#8230;</p>
<p>So &#8230; selamat tidak berlibur &#8230;</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ppsdms.wordpress.com/26/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ppsdms.wordpress.com/26/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ppsdms.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ppsdms.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ppsdms.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ppsdms.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ppsdms.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ppsdms.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ppsdms.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ppsdms.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ppsdms.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ppsdms.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppsdms.wordpress.com&blog=1076209&post=26&subd=ppsdms&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ppsdms.wordpress.com/2007/06/02/libur-tidak-akan-pernah-tlah-tiba/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ppsdms</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>INFORMASI PENERBANGAN GRATIS</title>
		<link>http://ppsdms.wordpress.com/2007/05/28/informasi-penerbangan-gratis/</link>
		<comments>http://ppsdms.wordpress.com/2007/05/28/informasi-penerbangan-gratis/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 May 2007 08:45:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ppsdms</dc:creator>
				<category><![CDATA[tausyiah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ppsdms.wordpress.com/2007/05/28/informasi-penerbangan-gratis/</guid>
		<description><![CDATA[Bila kita akan &#8216;berangkat&#8221; dari alam ini ia
ibarat penerbangan ke sebuah negara.
Dimana informasi tentangnya tidak terdapat dalam brosur penerbangan, tetapi melalui Al-Qur&#8217;an dan Al-Hadist.
Dimana penerbangan bukannya dengan Garuda
Airlines, Singapore Airlines, atau American
Airlines, tetapi Al-Jenazah Airlines.

Dimana bekal kita bukan lagi tas seberat 23Kg,
tetapi amalan yang tak lebih dan tak kurang.
Dimana bajunya bukan lagi Pierre Cardin, atau
setaraf [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppsdms.wordpress.com&blog=1076209&post=23&subd=ppsdms&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Bila kita akan &#8216;berangkat&#8221; dari alam ini ia<br />
ibarat penerbangan ke sebuah negara.</p>
<p>Dimana informasi tentangnya tidak terdapat dalam brosur penerbangan, tetapi melalui Al-Qur&#8217;an dan Al-Hadist.<br />
Dimana penerbangan bukannya dengan Garuda<br />
Airlines, Singapore Airlines, atau American<br />
Airlines, tetapi Al-Jenazah Airlines.</p>
<p><span id="more-23"></span></p>
<p>Dimana bekal kita bukan lagi tas seberat 23Kg,<br />
tetapi amalan yang tak lebih dan tak kurang.</p>
<p>Dimana bajunya bukan lagi Pierre Cardin, atau<br />
setaraf dengannya, akan tetapi kain kafan putih.</p>
<p>Dimana pewanginya bukan Channel atau Polo,<br />
tetapi air biasa yang suci.</p>
<p>Dimana passport kita bukan Indonesia , British<br />
atau American, tetapi Al-Islam.</p>
<p>Dimana visa kita bukan lagi sekedar 6 bulan,<br />
tetapi &#8216;Laailaahaillallah&#8217;</p>
<p>Dimana pelayannya bukan pramugari jelita, tetapi Izrail dan lain-lain.<br />
Dimana servisnya bukan lagi kelas business atau<br />
ekonomi, tetapi sekedar kain yang diwangikan.</p>
<p>Dimana tujuan mendarat bukannya Bandara<br />
Cengkareng, Heathrow Airport atau Jeddah<br />
International, tetapi tanah pekuburan.</p>
<p>Dimana ruang menunggunya bukan lagi ruangan ber AC dan permadani, tetapi ruang 2&#215;1 meter, gelap gulita.<br />
Dimana pegawai imigrasi adalah Munkar dan Nakir, mereka hanya memeriksa apakah kita layak ke tujuan yang diidamkan.<br />
Dimana tidak perlu satpam dan alat detector.<br />
Dimana lapangan terbang transitnya adalah Al<br />
Barzah</p>
<p>Dimana tujuan terakhir apakah Syurga yang mengalir sungai di bawahnya atau Neraka Jahannam.<br />
Penerbangan ini tidak akan dibajak atau dibom,<br />
karena itu tak perlu bimbang.</p>
<p>Sajian tidak akan disediakan, oleh karena itu<br />
tidak perlu merisaukan masalah alergi atau halal<br />
haram makanan.</p>
<p>Jangan risaukan cancel pembatalan, penerbangan ini senantiasa tepat waktunya, ia berangkat dan tiba tepat pada masanya.<br />
Jangan pikirkan tentang hiburan dalam penerbangan, anda telah hilang selera bersuka ria.<br />
Jangan bimbang tentang pembelian tiket, ianya<br />
telah siap di booking sejak anda ditiupkan ruh di<br />
dalam rahim ibu.</p>
<p>YA! BERITA BAIK!! Jangan bimbangkan siapa yang duduk di sebelah anda.<br />
Anda adalah satu-satunya penumpang penerbangan ini.<br />
Oleh karena itu bergembiralah selagi bisa! Dan<br />
sekiranya anda bisa!</p>
<p>Hanya ingat! Penerbangan ini datang tanpa<br />
&#8216;Pemberitahuan&#8217; .</p>
<p>Cuma perlu ingat!! Nama anda telah tertulis<br />
dalam tiket untuk Penerbangan. &#8230;</p>
<p>Saat penerbangan anda berangkat&#8230; tanpa doa<br />
Bismillahi Tawakkaltu &#8216;Alallah, atau ungkapan<br />
selamat jalan.</p>
<p>Tetapi Innalillaahi Wa Inna ilaihi Raaji&#8217;uun&#8230; .<br />
Anda berangkat pulang ke Rahmatullah. Mati.<br />
ADAKAH KITA TELAH SIAP UNTUK BERANGKAT?<br />
&#8216;Orang yang cerdas adalah orang yang mengingat kematian. Karena dengan kecerdasannya dia akan mempersiapkan segala perbekalan untuk menghadapinya. &#8216;<br />
ASTAGHFIRULLAH 3X, semoga ALLAH SWT mengampuni<br />
kita beserta keluarga&#8230; Amiin WALLAHU A&#8217;LAM<br />
Catatan:<br />
Penerbangan ini berlaku untuk segala<br />
umur&#8230;tanpa kecuali, maka perbekalan lebih baik<br />
dipersiapkan sejak dini&#8230;..sangat tidak bijak dan<br />
tidak cerdas bagi yang menunda-nunda mempersiapkan perbekalannya.</p>
<p>Yang Akan Ikut Mayat Adalah Tiga hal yaitu:<br />
1. Doa Keluarga<br />
2. Hartanya<br />
3. Amalnya</p>
<p>Ada Dua Yang Kembali Dan Satu akan Tinggal<br />
Bersamanya yaitu;</p>
<p>1. Keluarga dan Hartanya Akan Kembali<br />
2. Sementara Amalnya Akan Tinggal Bersamanya.</p>
<p>Maka ketika Roh Meninggalkan<br />
Jasad&#8230;Terdengarla h Suara Dari Langit Memekik, &#8220;Wahai Fulan Anak Si Fulan..<br />
Apakah Kau Yang Telah Meninggalkan Dunia, Atau<br />
Dunia Yang Meninggalkanmu<br />
Apakah Kau Yang Telah Menumpuk Harta Kekayaan,<br />
Atau Kekayaan Yang Telah Menumpukmu<br />
Apakah Kau Yang Telah Menumpuk Dunia, Atau Dunia<br />
Yang Telah Menumpukmu<br />
Apakah Kau Yang Telah Mengubur Dunia, Atau Dunia Yang Telah Menguburmu.&#8221;<br />
Ketika Mayat Tergeletak Akan Dimandikan.. ..<br />
Terdengar Dari Langit Suara Memekik, &#8220;Wahai Fulan Anak Si Fulan&#8230;<br />
Mana Badanmu Yang Dahulunya Kuat, Mengapa Kini<br />
Terkulai Lemah<br />
Mana Lisanmu Yang Dahulunya Fasih, Mengapa Kini<br />
Bungkam Tak Bersuara<br />
Mana Telingamu Yang Dahulunya Mendengar, Mengapa<br />
Kini Tuli Dari Seribu Bahasa<br />
Mana Sahabat-Sahabatmu Yang Dahulunya Setia, Mengapa Kini Raib Tak Bersuara.&#8221;<br />
Ketika Mayat Siap Dikafan&#8230;Suara Dari Langit<br />
Terdengar Memekik, &#8220;Wahai Fulan Anak Si Fulan<br />
Berbahagialah Apabila Kau Bersahabat Dengan Ridha<br />
Celakalah Apabila Kau Bersahabat Dengan Murka Allah .&#8221;<br />
&#8220;Wahai Fulan Anak Si Fulan&#8230;<br />
Kini Kau Tengah Berada Dalam Sebuah Perjalanan<br />
Nun Jauh Tanpa Bekal<br />
Kau Telah Keluar Dari Rumahmu Dan Tidak Akan<br />
Kembali Selamanya<br />
Kini Kau Tengah Safar Pada Sebuah Tujuan Yang Penuh Pertanyaan.&#8221;<br />
Ketika Mayat Diusung&#8230;. Terdengar Dari Langit<br />
Suara Memekik, &#8220;Wahai Fulan Anak Si Fulan..</p>
<p>Berbahagialah Apabila Amalmu Adalah Kebajikan<br />
Berbahagialah Apabila Matimu Diawali Tobat<br />
Berbahagialah Apabila Hidupmu Penuh Dengan Taat.&#8221;<br />
Ketika Mayat Siap Dishalatkan. &#8230;Terdengar Dari Langit Suara Memekik, &#8220;Wahai Fulan Anak Si Fulan..<br />
Setiap Pekerjaan Yang Kau Lakukan Kelak Kau<br />
Lihat Hasilnya Di Akhirat</p>
<p>Apabila Baik Maka Kau Akan Melihatnya Baik<br />
Apabila Buruk, Kau Akan Melihatnya Buruk.&#8221;<br />
Ketika Mayat Dibaringkan Di Liang<br />
Lahat&#8230;.terdengar Suara Memekik Dari Langit, &#8220;Wahai Fulan Anak Si Fulan&#8230;<br />
Apa Yang Telah Kau Siapkan Dari Rumahmu Yang Luas Di Dunia Untuk Kehidupan Yang Penuh Gelap Gulita Di Sini Wahai Fulan Anak Si Fulan&#8230;<br />
Dahulu Kau Tertawa, Kini Dalam Perutku Kau Menangis<br />
Dahulu Kau Bergembira, Kini Dalam Perutku Kau Berduka<br />
Dahulu Kau Bertutur Kata, Kini Dalam Perutku Kau Bungkam Seribu Bahasa.&#8221;<br />
Ketika Semua Manusia Meninggalkannya<br />
Sendirian&#8230; . Allah Berkata Kepadanya, &#8220;Wahai<br />
Hamba-Ku&#8230;. .</p>
<p>Kini Kau Tinggal Seorang Diri<br />
Tiada Teman Dan Tiada Kerabat<br />
Di Sebuah Tempat Kecil, Sempit Dan Gelap..<br />
Mereka Pergi Meninggalkanmu. . Seorang Diri<br />
Padahal, Karena Mereka Kau Pernah Langgar Perintahku<br />
Hari Ini,&#8230;.<br />
Akan Kutunjukan Kepadamu<br />
asih Sayang-Ku<br />
Yang Akan Takjub Seisi Alam<br />
Aku Akan Menyayangimu<br />
Lebih Dari Kasih Sayang Seorang Ibu Pada Anaknya&#8221;.<br />
Kepada Jiwa-Jiwa Yang Tenang Allah Berfirman,<br />
&#8220;Wahai Jiwa Yang Tenang Kembalilah Kepada Tuhanmu<br />
Dengan Hati Yang Puas Lagi Diridhai-Nya<br />
Maka Masuklah Ke Dalam Jamaah Hamba-Hamba- Ku<br />
Dan Masuklah Ke Dalam Jannah-Ku&#8221;<br />
Anda Ingin Beramal Shaleh&#8230;?<br />
Tolong Kirimkan Kepada Rekan-Rekan Muslim Lainnya Yang Anda Kenal&#8230;!!!Semoga Kematian akan menjadi pelajaran yang berharga bagi kita dalam menjalani hidup ini.<br />
Rasulullah SAW. menganjurkan kita untuk<br />
senantiasa mengingat mati (maut) dan dalam sebuah<br />
hadithnya yang lain, beliau bersabda &#8220;wakafa bi<br />
almauti wa&#8217;idha&#8221;, artinya, cukuplah mati itu akan<br />
menjadi pelajaran bagimu!</p>
<p>Semoga bermanfaat bagi kita semua, Amiin&#8230;.<br />
Bahan Renungan Untuk Anda, Sahabatku, yang<br />
mungkin terlalu sibuk bekerja&#8230;</p>
<p>Alhamdulillah, Anda beruntung telah terpilih untuk mendapatkan kesempatan membaca email ini.</p>
<p>Aktifitas keseharian kita selalu mencuri<br />
konsentrasi kita. kita seolah lupa dengan sesuatu<br />
yang kita tak pernah tau kapan kedatangannya.<br />
Sesuatu yang bagi sebagian orang sangat<br />
menakutkan.Tahukah kita kapan kematian akan<br />
menjemput kita???<br />
Up loaded by</p>
<p>saya cuma mau bilang</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/ppsdms.wordpress.com/23/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/ppsdms.wordpress.com/23/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ppsdms.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ppsdms.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ppsdms.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ppsdms.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ppsdms.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ppsdms.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ppsdms.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ppsdms.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ppsdms.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ppsdms.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ppsdms.wordpress.com&blog=1076209&post=23&subd=ppsdms&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ppsdms.wordpress.com/2007/05/28/informasi-penerbangan-gratis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">ppsdms</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>