Posted by: ppsdms | June 15, 2007

Cerita Memilukan Tentang Rakyat ‘Kecil’ !!!

Ada pembunuh lari dari penjara menggunakan tape uli…

Terus terang, meski sudah beberapa kali mengadakan penelitian Kriminal di LP, pengalaman kali ini adalah pengalaman pertama saya ngobrol langsung dengan seseorang yang didakwa kasus pembunuhan berencana. Dengan jantung dag dig dug, pikiran saya melayang-layang mengira-ngira gambaran orang yang akan saya temui. Sudah terbayang muka keji hanibal lecter, juga penjahat-penjahat berjenggot palsu ala sinetron, dan gambaran-gambaran pembunuh berdarah dingin lain yang sering saya temui di cerita TV.

Well, akhirnya setelah menunggu sekian lama berharap-harap cemas, salah satu sipir membawa seorang anak kehadapan saya.Yup, benar seorang anak berumur 8 tahun. Tingginya tidak lebih dari pinggang orang dewasa dengan wajah yang diliputi senyum malu-malu. Matanya teduh dengan gerak-gerik yang sopan.

Saya pun membaca berkas kasusnya yang diserahkan oleh sipir itu. Sebelum masuk penjara ternyata ia adalah juara kelas di sekolahnya, juara menggambar, jago bermain suling, juara mengaji dan azan di tingkat kanak-kanak. Kemampuan berhitungnya lumayan menonjol. Bahkan dari balik sekolah di dalam penjara pun nilai sekolahnya tercatat kedua terbesar tingkat provinsi. Lantas kenapa ia sampai membunuh? Dengan rencana pula?

Kasus ini terjadi ketika Arif sebut saja nama anak ini begitu, belum genap berusia tujuh tahun. Ayahnya yang berdagang di sebuah pasar di daerah bekasi, dihabisi kepala preman yang menguasai daerah itu. Latar belakangnya karena si ayah enggan membayar uang ‘keamanan’ yang begitu tinggi. Berita ini rupanya sampai di telinga Arif. Malam esok harinya setelah ayahnya dikebumikan ia mendatangi tempat mangkal preman tersebut. Bermodalkan pisau dapur ia menantang orang yang membunuh ayahnya.

“siapa yang bunuh ayah saya!” teriaknya kepada orang yang ada di tempat itu.

“Gue terus kenapa?” ujar kepala preman yang membunuh ayahnya sambil disambut gelak tawa di belakangnya.

Tanpa banyak bicara anak kecil itu sambil melompat menghunuskan pisau ke perut si preman. Dan tepat mengenai ulu hatinya, pria berbadan besar itu jatuh tersungkur ke tanah. Arif pun langsung lari pulang ke rumah setelahnya. Akhirnya selesai sholat subuh esok paginya ia digelandang ke kantor polisi.

“Arif nih sering bikin repot petugas di Lapas!” ujar kepala lapas yang ikut menemani saya mewawancarai arif sambil tersenyum. Ternyata sejak di penjara dua tahun lalu. Anak ini sudah tiga kali melarikan diri dari selnya. Dan caranya pun menurut saya tergolong ajaib.

Pelarian pertama dilakukannya dengan cara yang tak terpikirkan siapapun. Setiap pagi sampah-sampah dari Lapas itu di jemput oleh mobil kebersihan. Sadar akan hal ini, diam-diam Arif menyelinap ke dalam salah satu kantung sampah. Hasilnya 1-0 untuk Arif. Ia berhasil keluar dari penjara.

Pelarian kedua lebih kreatif lagi. Anak yang doyan baca ini pernah membaca artikel tentang fermentasi makanan tape (ingat loh waktu wawancara usianya baru 8 tahun). Dari situ ia mendapat informasi bahwa tape mengandung hawa panas yang bersifat destruktif terhadap benda keras. Kebetulan pula di Lapas anak ini disediakan tape uli dua kali dalam seminggu. Setiap disediakan tape, arif selalu berpuasa karena jatah tape itu dibalurkannya ke dinding tembok sel tahanannya. Hasilnya setelah empat bulan, tembok penjara itu menjadi lunak seperti tanah liat. Satu buah lubang berhasil dibuatnya. 2-0 untuk arif. Ia keluar penjara ke dua kalinya.

Pelarian ke tiganya dilakukan ala Mission Imposible. Arif yang ditugasi membersihkan kamar mandi melihat ember sebagai sebuah solusi. Besi yang berfungsi sebagai pegangan ember itu di simpannya di dalam kamarnya. Tahu bahwa dirinya sudah diawasi sangat ketat, Arif memilih tempat persembunyian paling aman sebelum memutuskan untuk kabur. Ruang kepala Lapas menjadi pilihannya. Alasannya jelas, karena tidak pernah satu pun penjaga berani memeriksa ruangan ini. Ketika tengah malam ia menyelinap keluar dengan menggunakan besi pegangan ember untuk membuka pintu dan gembok. Jangan tanya saya bagaimana caranya, pokoknya tahu-tahu ia sudah di luar. 3-0 untuk Arif.

Lantas kenapa ia bisa tertangkap lagi? Rupanya kepintaran itu masih berada di sebuah kepala bocah. Pelarian-pelarianny a didorong dari rasa kangennya terhadap ibunya. Anak ini keluar dari penjara hanya untuk ke rumah sang ibunda tercinta. Jadi dari Lapas tanggerang ia menumpang-numpang mobil omprengan dan juga berjalan kaki sekian kilometer dengan satu tujuan, pulang!

Karena itu pula pada pelarian Arif yang ketiga, kepala Lapas yang juga seorang ibu ini meminta anak buahnya untuk tidak segera menjemput Arif. Hasilnya dua hari kemudian Arif kembali lagi ke lapas sambil membawa surat untuk kepala Lapas yang ditulisnya sendiri.

Ibu kepala Arif minta maaf, tapi Arif kangen sama ibu Arif. Tulisnya singkat.

Seorang anak cerdas yang harus terkurung dipenjara. Tapi, saya tidak lantas berpikir bahwa ia tidak benar-benar bersalah dan harus dibebaskan. Bagaimanapun juga ia telah menghilangkan nyawa seseorang. Tapi saya hanya berandai-andai jika saja, polisi bertindak cepat menangkap pembunuh si ayah (secepat polisi menangkap si Arif) pastinya saat ini anak pintar dan rajin itu tidak akan berada di tempat seperti ini. Dan kreativitasnya yang tinggi itu bisa berguna untuk hal yang lain. Sayangnya si Arif itu cuma anak pedagang sayur miskin sementara si preman yang dibunuhnya selalu setia menyetor kepada pihak berwajib setempat. Itulah yang namanya keadilan!

Kisah diatas merupakan kejadian nyata yang Saya ambil dari Milist Permais, Marilah teman-teman Future Leader hayatilah cerita diatas dan ambilah maknanya dan lakukanlah perubahan untuk negara ini dimulai dengan diri antum semua…

[Astomo Hadi]


Responses

  1. saya tidak begitu tahu dengan apa yang namanya keadilan …
    apakah anugrah kita dilahirkan dalam keluarga yg berkecukupan sementara yang lain serba kekurangan itu juga keadilan?
    apakah anugrah kita diberi otak yang cerdas sehingga dalam sekejap bisa menguasai materi sementara yang lain perlu waktu berbulan-bulan itu sebuah keadilan ?
    apakah kita diberi paras yang tampan, yang cantik, yang cute sementara yang lain biasa-biasa aja itu sebuah keadilan ?
    apakah kita diberi kesehatan jasmani, bisa olahraga, lari pagi di sabuga, sementara yang lain harus pake kursi roda itu sebuah keadilan ?
    apakah kita diberi nikmat iman, islam dan ikhsan, bisa beribadah dengan khusyuk sementara yang lain pun dengar nama islam tidak pernah itu sebuah keadilan ?
    apakah kita bisa makan enak,tidur enak,sekolah enak, sementara yang lain bergelut dengan teriknya sinar matahari itu juga sebuah keadilan?
    apakah kita harus menggugat takdir ?
    berarti kita juga harus menggugat tuhan dong ?
    astaghfirullah …
    istighfar akhi (sebelum yg lain nyuruh saya istighfar mending saya istighfar dulu, ntar dikirain saya gk sadar)
    akhi …
    tidak ada keadilan hakiki di muka bumi ini …
    keadilan mutlak hanya milik Allah dan itu ntar di akhirat aru ketahuan …
    hanya saja kita berusaha sebaik mungkin untuk berbuat yang terbaik menurut Islam yang syumul …
    untuk kita, orang lain dan umat ini …
    nb:
    apakah ngusir anak2 yg main bola itu sebuah keadilan ?
    apakah ngacak2 pekarangan orang itu juga keadilan ?
    nah lho …
    tapi kok ada y partai keadilan ********* ?
    serius kalian bisa adil ?
    kok yg dipilih yg gk kompeten ??? -> cuma ngaco kok ….

  2. kadang ane merasa hukum ini tidak manusiawi
    semuanya mekanisme yang kaku, rigid, dan buta
    tidak ada kelembutan – kelembutan dalam implementasinya
    hingga kerasnya hukum memang sejalan dengan fitrah
    arif, hanyalah seorang anak yang menuntut keadilan hukum lewat jalannya sendiri
    salah memang, namun ia beranjak dari rasa sayang
    akan seseorang yang tidak terpuaskan oleh implementasi hukum
    ia beranjak pula dari ketidaktahuan
    akan kemampuan penegak hukum untuk mampu melayani rakyat
    dengan sigap dan bijaksana
    kita tak menghendaki ada arif – arif lain
    yang menginginkan keadilan
    namun harus berjuang dengan cara seperti itu
    kita ingin
    Hukum Indonesia yang lebih baik dan mendapat rahmat dari Allah penguasa alam semesta

  3. @mr_f:

    Justru yang paling dihindari pembuat hukum adalah hukum yang rigid/kaku. Hukum yang dinamis bukanlah hukum yang penuh toleransi, mentang2 pelakunya anak lugu lalu dibebaskan dari lapas anak. Katanya kita mau kepastian hukum?

    Menurut KUHPidana, pembunuhan berencana dipidana mati. Namun, kalau pelakunya belum berumur 16 tahun, maximum pidana jadi 15 tahun. Apa itu masih dinamakan rigid?

    Waspada terhadap perasaan2 subjektif, termasuk kelembutan2 dsb itu, dalam menegakkan hukum. Rasul pernah marah kepada sekelompok orang yang ragu-ragu memotong tangan seorang pencuri, lantaran pencuri itu seorang wanita lemah yang layak mendapat iba. Orang2 yang “toleran” itulah yang di masa depan bisa merusak umat.

    Dalam kasus Arif, masalahnya adalah penegakan hukum yang mata duitan (bedakan antara hukum dan penegakan/praktik hukum). Kita miskin aparat hukum yang anti disuap, makanya premanisme bisa tumbuh subur. Kenapa para penegak hukum itu gampang disuap? Justru karena mereka menganut prinsip “toleransi dan belas-kasih” semacam itu.

    Btw, di Asrama ada anak FH yang katanya mo jadi perwira polisi, lho! Yuk doakan beliau jadi aparat yang gak kenal kompromi, bukannya malah jadi polisi yang “aaahhh, paraah. paraaahh!”.

  4. @fikri …
    “Kenapa para penegak hukum itu gampang disuap? Justru karena mereka menganut prinsip “toleransi dan belas-kasih” semacam itu”

    toleransi ? belas kasih ?
    toleransi sama belas kasih dari hongkong …
    toleransi sama belas kasih ke keluarganya kalee …
    biar keluarganya bisa hidup enak maka mereka menerima uang suap …
    iya to fik ? gitu yg kamu maksud ?
    saya berani jamin, kalaupun ada penegak hukum yang toleransi + belas kasih sama terdakwa (atau tersangka atau whatever) itu hanya

  5. yanuar, yanuar, saya tulis kata toleransi dan belas kasih itu dalam tanda kutip Mas! Itu artinya memiliki makna sindiran.
    Saya cuma mau bilang, toleransi, belas kasih (dalam tanda kutip), dan perasaan2 subjektif lainnya, termasuk juga kelembutan2 seperti yang disebut mr_f, berbahaya kalau dianut dalam menegakkan hukum. Itu akan menimbulkan ketidakadilan & ketidakpastian hukum.
    Ingat, TOLERANSI DALAM TANDA KUTIP! Coba resapi lagi deh postingan saya, baca pelan2.

  6. Tambahan buat Mas Yanu:
    Mungkin antum mengira maksud saya adalah menerima suap dsb itu adalah wujud dari toleransi & belas kasih penegak hukum, karena itu dibenarkan.
    SALAH PAHAM TUH!
    Justru saya menentang keras penegakan hukum yang penuh toleransi, karena itulah yang menyebabkan aparat hukum gampang disuap & premanisme masih berada di safety zones.
    Is it understood?

  7. @ Fikri

    Ane mau koment neh, Ane sebenernya orang yang sangat keras dan tegas dalam hal peraturan, cuma untuk kasus mengenai hukum di Indonesia…Ingat di Indonesia.. sepertinya bolehlah sedikit berkompromi

    Karena apa, memang hukum sebaiknya tidak pandang bulu, mau bulu apa kek

    Cuma ingat juga cerita Khalifah Umar Bin Abdul Aziz yang ketika terpilih beliau pingsan karena takut ada hewan yang kelaparan didaerah kekuasaannya.. bayangin itu hewan looo, apalagi manusia..

    Nah jadi kalo ada orang sampai mencuri tentunya itu salah siapa hayuu.. Dia mencuri memang secara hukum salah, namun demikian itu sebenarnya bukan kesalahan dia seuntuhnya, karena negara yang seharusnya dalam UUD 45 menjamin kehidupan rakyat ternyata hanya terkesan basa basi dan tidak ada implementasinya…

    Nyatanya kebutuhan dasar orang “Kebutuhan Primer” tidak dapat terpenuhi maka tentu saja orang itu terpaksa melanggar peraturan dengan mencuri..
    Kembali ke kisah khalifah umar tadi, nah sepakat kalau hukum mau ditegakan seadil-adilnya namun lingkaran setan kejahatan tidak akan pernah ada habisnya karena ibarat sebuah pohon hukuman dan peraturan hanyalah menebas rantingnya saja

    Namun demikian penyebab orang melakukan tindakan kejahatan..Ex kelaparan, pengangguran yang seharusnya jadi tanggung jawab kita bersama selama ini tidak tersentuh oleh peraturan seketat apapun..

    Jadi jangan salahkan walaupun menghabiskan dana besar-besaran untuk menggaji aparat penegak hukum namun tetap saja kejahatan tidak akan pernah ada habisnya

  8. wah…berat gini…hibernasi dulu aja lah…

  9. zaki:
    maksudnya??

  10. Kenapa masih bingung terhadap keadilan?

    Keadilan dalam bidang hukum ada dua jenisnya:
    Pertama, keadilan komutatif dimana seseorang tanpa melihat strata sosial, gender, dll semua diberikan hak yang sama: contoh hak untuk mendapatkan kesempatan berpolitik, memilih agamanya, pelayanan publik dari pemerintah, hingga perlindungan dibidang hukum. tanpa melihat subjektifitas individu tertentu keadilan tersebut diberikan kepada semua orang tanpa terkecuali.
    Kedua, keadilan distributif, dimana keadilan tersebut diberikan sesuai dengan kontribusi orang tersebut, misalnya gaji seorang dokter disebuah rumah sakit dengan “maaf” office boy di RS tersebut tentulah harus dibedakan oleh pengelola rumah sakit. ini disesuaikan dengan tugas dan peranan yang dilakukannya.

    Ini semua adalah dasar mengajukan tuntutan kita, apakah keadilan yang kita permasalahkan itu terpenuhi atau tidak, dilihat dahulu apakah itu sifatnya universal atau untuk orang-orang tertentu saja. yah kita tidak bisa menuntut mobil dinas ke negara kalau jabatan dan pekerjaan kita cuma duduk-duduk sambil baca koran lampu merah dan ngopi… kita tidak bisa serta merta menyamakan hak yang didapat seseorang dengan menyamakan itu juga hak saya.

    BTW….
    Dalam kehidupan berasrama pun kerangka berpikir keadilan seperti diatas. dapat di kaitkan. kita dalam memberikan keadilan kepada seseorang ada dua bisa (komutatif) diberikan kepada siapapun dengan porsi yang sama.
    mis: kasih sayang kepada sesama penghuni asrama, tugas piket, tolong menolong, hak beasiswa, mengikuti program.

    Dan satu lagi yang kerap disalah-artikan atau melibihi dari apa yang seharusnya yaitu keadilan distributif. ada istilah yang salah kalo saya lihat dalam konteks kehidupan berasrama kita, ingat dengan jargon ” one for all”. Hal itu jangan diartikan semua properti yang ada diasrama, dapat kita kuasai dengan sepenuhnya. ada properti yang bisa dinikmati oleh semauanya seperti peralatan makan, memakai kompor gas, baca buku-buku asrama, menggunakan kamar mandi. itu semua adalah hak-hak kita yang bisa diperoleh tanpa terkecuali atau izin peserta lainnya.

    tapi ingat ada hak-hak yang diberikan per-individu, seperti ruang tidur dimana tiap individu diawal sudah diberikan jatah/porsi sesuai kesepakan sebelumnya dengan peserta lain ( ingin memilih sekamar dengan siapa dan kamar yang mana) karena disana ada tanggungjawab terhadap fasilitas yang diberikan asrama dan juga yurisdiksi( wewenang menerapkan aturan) terhadap kamar itu.

    friends…. kita harus membedakan antara kebersamaan dan privacy ( privasi disini bukan berarti pula individualis, saya sepakat individualis harus dienyakan. tapi privasi adalah hak orang tersebut merasakan hak-hak pribadi yang diberikan hanya umtuk dirinya karena orang lainpun sudah mendapatkan hak yang sama dalam perwujudan lain).

    Analogi kehidupan kita berasrama tentu adalah mengambil contoh-contoh praktik kehidupan bernegara yang elegant. kita ibarat para anggota dewan yang berkumpul dan bersatu dalam membangun peradaban negeri ini. mereka rapat di ruang sidang paripurna, kita memiliki ruang tengah. tapi mereka dalam bekerja memiliki ruang kerja pribadi sendiri-sendiri yang tidak dapat digunakan oleh anggota dewan yang lain secara sembarang, berkunjung boleh-boleh aja. bukan berarti memiliki ruang itu bukan.

    asrama kita bukanlah ruang fitnes, dimana jika kita telah terdaftar menjadi member dapat menggunakan seluruh peralatan disana tanpa adanya batasan.

    entah apa yang ditulis ini bermanfaat atau tidak tapi saya berusaha menuliskannya dengan se-objektif, kalau ada yang salah atau tidak sepakat harap tunjukkan dalam sparing taekwondo, becanda hehe……
    semoga bermanfaat dan dapat direfleksikan……………

  11. sepakat sama Fikar!

  12. keadilan yang menurut orang itu adil
    adil bisa subyektif namun bisa pula obyektif
    tujuan dari hukum adalah kepastian hukum bukan keadilan
    kenapa?
    sebab keadilan itu bersifat subyektif, gak akan pernah bersifat obyektif
    ketika saya memukul kamu, saya memandang itu adalah keadilan,
    so menurut kamu itu tidak adil…
    lalu mana hukumnya?
    itu tidak bisa dikaitkan dengan hukum, sebab tujuan utama dari hukum adalah kepastian hukum
    jangan meributkan hukum yang kaku atau hukum yang galk adil
    tapi tau gak apa arti adil mnurut anda?
    apakah 1:1 itu adil? atau 2:1 yang lebih adil?
    silahkan pikirkan sendiri……..

  13. jempol buat arief…triknya jitu

  14. Can I simply say what a comfort to uncover someone that genuinely understands what
    they’re discussing on the net. You definitely understand how to bring an issue to light and make it important. A lot more people really need to read this and understand this side of the story. It’s surprising
    you are not more popular since you most certainly possess the
    gift.

  15. Howdy, I do think your website could be having internet browser compatibility problems.

    Whenever I take a look at your blog in Safari, it looks fine
    but when opening in Internet Explorer, it has some overlapping issues.
    I simply wanted to give you a quick heads up!
    Besides that, fantastic website!

  16. Nice post. I learn something new and challenging on sites I
    stumbleupon every day. It’s always useful to read through content from other authors and practice something from their websites.

  17. Hi there, i read your blog from time to time and i own a similar one and
    i was just curious if you get a lot of spam remarks?
    If so how do you reduce it, any plugin or anything you can recommend?
    I get so much lately it’s driving me crazy so any support is very much appreciated.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: