Posted by: ppsdms | October 1, 2007

Sensitifitas Hati Manusia, Pahamilah

Berikut cerita mengenai pentingnya menjaga perasaan manusia.

Pernah ada anak lelaki dengan watak buruk. Ayahnya memberi sekantung penuh paku, dan menyuruh memaku satu batang paku di pagar Pekarangan setiap kali dia kehilangan kesabarannya atau berselisih paham dengan orang lain. Hari pertama dia memaku 37 batang di pagar.

Pada minggu-minggu berikutnya dia belajar untuk menahan diri, dan jumlah paku yang dipakainya berkurang dari paku pun dan dengan gembira disampaikannya hal itu kepada ayahnya. Ayahnya kemudian menyuruhnya mencabut sebatang paku dari pagar setiap hari bila dia berhasil manahan diri/bersabar. Hari-hari berlalu dan akhirnya tiba harinya dia bisa menyampaikan kepada ayahnya bahwa semua paku sudah tercabut dari pagar. Sang ayah membawa anaknya ke pagar dan berkata :Anakku, kamu sudah berlaku baik, tetapi coba lihat betapa banyak lubang yang ada dipagar.

Pagar ini tidak akan kembali seperti semula. Kalau kamu berselisih paham atau bertengkar dengan orang lain, hal itu selalu Meninggalkan luka seperti pada pagar. Kau bisa menusukkan pisau di punggung orang dan mencabutnya kembali, tetapi akan meninggalkan luka. Tak peduli berapa kali kau meminta maaf/menyesal, lukanya tinggal. Luka melalui ucapan sama perihnya seperti luka fisik.

Kawan-kawan adalah perhiasan yang langka. Mereka membuatmu tertawa dan memberimu semangat. Mereka bersedia mendengarkan jika itu kau perlukan, mereka menunjang dan membuka hatimu.

Ibroh yang dapat kita ambil adalah bahwa terkadang kita tanpa berfikir panjang dengan seenaknya berkata-kata kasar terhadap seseorang walaupun dengan niat sekedar bercanda.

Namun pahamilah bahwa hati manusia sangat sensitif. Oleh karena itu wajar saja kemudian apabila Islam mengajarkan kita tidak boleh membicarakan orang lain. Apabila hal itu benar maka jatuhnya ghibah, apabila bohong maka jatuhnya fitnah, oleh karena itu sesungguhnya tidak ada seorangpun yang boleh menghina mahkluk ciptaan Allah SWT didunia ini, karena menghina mahluknya maka secara tidak langsung berarti kita menghina sang pembuatnya.. Maka hati-hatilah dengan sikap dan kata-kata Anda.

~Astomo Hadi~


Responses

  1. Astaghfirullah..

    Kepada seluruh saudara-saudaraku seperjuangan PPSDMS yang aku cintai karena Allah. Aku minta maaf kepada kalian semua atas segala perilaku salah, perkataan yang menyakitkan, serta bantuan yang tidak tergenapkan..

    Semoga hati kita tidaklah seperti kayu yang tidak bisa ber-regenerasi, selalu bisa memaafkan kesalahan orang lain sampai benar-benar bersih.

    “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, {133} (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. {134}”
    Al-Qur’an surat Ali Imron ayat 133-134.

    Love U All.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: